Roni Tabroni Kenalkan Konsep Jurnalisme Filantropi untuk Perkuat Dakwah Muhammadiyah

Roni Tabroni Kenalkan Konsep Jurnalisme Filantropi untuk Perkuat Dakwah Muhammadiyah
Acara peluncuran buku Jurnalisme Filantropi: Media dan Visi Kesejahteraan di UM Bandung, Sabtu (27/6). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Media Muhammadiyah tidak cukup hanya berfungsi sebagai penyampai informasi. Media Persyarikatan juga harus mampu menjadi penggerak kepedulian sosial, mendorong aksi kemanusiaan, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Roni Tabroni dalam peluncuran buku Jurnalisme Filantropi: Media dan Visi Kesejahteraan di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Sabtu (27/6). Menurutnya, media Muhammadiyah perlu mengembangkan orientasi pemberitaan yang tidak hanya melaporkan peristiwa, tetapi juga menggerakkan perubahan sosial yang berpihak pada kemaslahatan publik.

Roni menjelaskan, konsep jurnalisme filantropi berangkat dari semangat menghadirkan harapan melalui karya jurnalistik. Dalam pendekatan ini, media tidak berhenti pada pengungkapan persoalan, tetapi turut membangun kepedulian, menggerakkan solidaritas, dan membuka ruang bagi lahirnya solusi terhadap berbagai persoalan kemanusiaan.

Menurut dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UM Bandung tersebut, media Muhammadiyah memiliki fondasi nilai yang kuat karena lahir dari gerakan dakwah yang sejak awal berorientasi pada pelayanan masyarakat melalui bidang pendidikan, kesehatan, dan aksi sosial. Oleh sebab itu, produk jurnalistik yang dihasilkan semestinya mencerminkan nilai-nilai Islam Berkemajuan dengan menjadikan kemanusiaan sebagai orientasi utama.

Ia menilai media Muhammadiyah perlu lebih banyak mengangkat praktik-praktik baik, inovasi sosial, serta kiprah amal usaha dan warga Muhammadiyah dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat. Dengan demikian, media tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga mampu menginspirasi dan mendorong partisipasi publik dalam gerakan kemanusiaan.

Selain itu, Roni mengingatkan bahwa media memiliki pengaruh besar dalam membentuk cara pandang masyarakat. Karena itu, media dituntut menghadirkan informasi yang mencerdaskan, menumbuhkan optimisme, serta memperkuat nilai-nilai kebajikan, bukan sekadar mengejar sensasi maupun viralitas.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor I UM Bandung, Hendar Riyadi, menegaskan bahwa jurnalisme harus bergerak melampaui narasi belas kasih semata. Menurutnya, media perlu membangun kesadaran kritis masyarakat sekaligus memperjuangkan keadilan sosial agar persoalan kemanusiaan tidak berhenti menjadi konsumsi publik, tetapi mampu melahirkan perubahan yang nyata.

Melalui pendekatan jurnalisme filantropi, media Muhammadiyah diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai instrumen dakwah yang mencerahkan, membangun optimisme, serta menggerakkan kepedulian sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.