Irwan Akib Minta Sekolah Muhammadiyah Padukan ISMUBA dan Budaya Lokal
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Irwan Akib menegaskan bahwa pendidikan berkemajuan yang dikembangkan Muhammadiyah harus tetap berpijak pada nilai-nilai Islam sekaligus menghargai kearifan lokal. Menurutnya, sekolah Muhammadiyah tidak boleh kehilangan identitas budaya di tengah derasnya arus modernisasi.
Pesan tersebut disampaikan Irwan saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gowa di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi, dan Komunikasi (BPPMPV KPTK) Pattallassang, Kabupaten Gowa, Kamis (9/7/2026).
Menurut Irwan, keunggulan sekolah Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh kualitas akademik, tetapi juga oleh kemampuannya memadukan nilai Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA) dengan budaya lokal yang berkembang di masyarakat.
Ia menilai, pendidikan yang berakar pada lingkungan sosial dan budaya akan melahirkan lulusan yang memiliki kepedulian terhadap daerah asalnya sekaligus mampu berkontribusi bagi masyarakat.
“Sekolah yang tercerabut dari akar budayanya tidak akan mampu mengabdi kepada lingkungannya sendiri,” kata Irwan.
Guru Besar bidang Pendidikan Matematika itu menegaskan bahwa konsep pendidikan maju bukan berarti meniru sepenuhnya model pendidikan dari daerah atau negara lain. Sebaliknya, pendidikan harus mampu mengembangkan karakter lokal yang menjadi kekuatan setiap daerah.
Menurutnya, Indonesia memiliki keragaman budaya yang tidak bisa diseragamkan dalam satu model pendidikan.
“Sekolah Muhammadiyah perlu menghadirkan model pendidikan yang bertumpu pada kearifan lokal masing-masing,” imbuhnya.
Selain menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal, Irwan juga mengingatkan pengelola sekolah Muhammadiyah untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan. Hal itu meliputi penguatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola lembaga, kepemimpinan, hingga pembangunan citra sekolah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan bahwa ISMUBA tidak boleh dipahami hanya sebagai mata pelajaran, melainkan harus menjadi nilai dasar yang mewarnai seluruh aktivitas pendidikan di sekolah Muhammadiyah.
“Al-Islam dan Kemuhammadiyahan adalah ruh pendidikan Muhammadiyah. Kalau ruh itu hilang, sekolah Muhammadiyah tidak lagi mencerminkan jati dirinya,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Irwan mengingatkan bahwa seluruh aset Muhammadiyah merupakan milik Persyarikatan, sehingga pengelolaannya harus dilandasi semangat kolaborasi, bukan kepentingan individu maupun kelompok.
Ia menegaskan, keberhasilan sekolah Muhammadiyah hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh unsur Persyarikatan dengan tetap menjaga nilai-nilai Islam Berkemajuan sebagai fondasi utama pendidikan.