Irwan Akib: Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Bersama untuk Masa Depan Bangsa

Irwan Akib: Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Bersama untuk Masa Depan Bangsa
Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Irwan Akib, menegaskan bahwa persoalan pendidikan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa. Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis sebagai jalan pembebasan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan, dan ketimpangan sosial.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Praktik Baik Sekolah/Madrasah dalam Mengoptimalkan Growth Mindset dan Pembelajaran Mendalam, yang digelar oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah bekerja sama dengan UNICEF dan Global Partnership for Education (GPE) di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (15/10).

“Masalah pendidikan adalah masalah kita semua. Pendidikan akan menentukan masa depan bangsa,” ujar Irwan Akib.

Dalam pandangannya, pendidikan bukan sekadar proses mencetak sumber daya manusia unggul, tetapi alat transformasi sosial yang mampu mengubah nasib bangsa.

Dia juga menegaskan bahwa cita-cita besar ini sejalan dengan pemikiran KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, yang sejak awal menjadikan pendidikan sebagai pondasi perjuangan keumatan dan kebangsaan.

“Bahkan sebelum Muhammadiyah resmi berdiri pada 1912, Kiai Dahlan sudah mendirikan sekolah. Perjuangan Muhammadiyah melalui pendidikan tidak pernah berhenti, bahkan di daerah yang belum dijangkau pemerintah, Muhammadiyah sudah hadir,” jelasnya.

Irwan juga mengutip pandangan Presiden Prabowo Subianto, yang menyebut pendidikan sebagai penentu apakah Indonesia akan menjadi negara maju atau tetap tertinggal. Pandangan ini, kata Irwan, memperkuat urgensi reformasi pendidikan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Irwan menekankan bahwa pendidikan Muhammadiyah bersifat inklusif, membuka ruang bagi semua anak bangsa tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya.

Ia percaya, keberagaman adalah kekayaan yang harus dikelola dengan baik melalui sistem pendidikan yang berkarakter dan terbuka.

“Kita adalah bangsa yang kaya akan keragaman suku dan budaya. Ini adalah modal dasar yang harus dijaga dan dikelola dengan baik melalui pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, membangun sistem pendidikan nasional tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan lembaga internasional untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan bermutu di seluruh Indonesia.

“Membangun pendidikan nasional tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kolaborasi seperti yang kita lakukan hari ini sangat penting bagi kemajuan pendidikan Indonesia di masa depan,” tutup Irwan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah ini menjadi ruang kolaboratif antara dunia pendidikan, pemerintah, dan mitra internasional untuk memperkuat pembelajaran berbasis growth mindset dan pendekatan mendalam.

Melalui sinergi ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan yang memerdekakan, berkeadilan, dan berkarakter.