Lazismu Lepas 11 Peserta Philanthropy Academy Setelah Jalani Program Selama Setahun

Lazismu Lepas 11 Peserta Philanthropy Academy Setelah Jalani Program Selama Setahun
Lazismu Pusat resmi melepas 11 peserta Program Philanthropy Academy Batch 1 setelah menyelesaikan program magang dan pemberdayaan selama satu tahun di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jumat (22/5). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Lazismu Pusat resmi melepas 11 peserta Program Philanthropy Academy Batch 1 setelah menyelesaikan program magang dan pemberdayaan selama satu tahun. Pelepasan berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jumat (22/5).

Program Philanthropy Academy merupakan inisiatif Lazismu untuk membekali generasi muda dengan pengalaman kerja dan pemahaman praktik filantropi, sebagai respons terhadap tingginya kebutuhan pengalaman profesional di dunia kerja.

Direktur Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Ardi Lutfi Kautsar, menjelaskan program tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus praktik kerja nyata bagi peserta.

“Dalam banyak kesempatan kerja, syarat pengalaman minimal satu tahun sering kali menjadi tantangan bagi pencari kerja. Karena itu, Philanthropy Academy hadir sebagai ruang pembelajaran sekaligus praktik kerja nyata bagi peserta,” ujarnya.

Menurut Ardi, peserta terlebih dahulu mengikuti pelatihan dan pengenalan kelembagaan Lazismu, termasuk memahami proses bisnis serta tata kelola organisasi. Setelah itu, mereka menjalani praktik kerja lapangan di Lazismu Pusat selama satu tahun.

Ia mengungkapkan, program perdana ini mendapat antusiasme tinggi. Dari 50 pendaftar, sebanyak 16 peserta dinyatakan lolos seleksi. Dalam prosesnya, jumlah peserta berkurang menjadi 13 orang, hingga akhirnya 11 peserta berhasil menyelesaikan program sampai akhir.

“Ada berbagai alasan peserta tidak melanjutkan program, salah satunya karena telah diterima bekerja di instansi lain,” jelasnya.

Ardi menambahkan, program Philanthropy Academy tidak berhenti pada pelepasan peserta. Menurutnya, pengalaman dan pembelajaran selama satu tahun diharapkan menjadi bekal untuk terus berkarya di bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Ini bukan pelepasan sepenuhnya, melainkan awal bagi teman-teman Philanthropy Academy untuk terus berkarya, baik di Lazismu maupun lembaga lainnya. Bekal selama satu tahun ini diharapkan dapat terus dijaga dan dikembangkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menilai Philanthropy Academy menjadi praktik baik yang perlu dilanjutkan pada angkatan berikutnya. Ia menekankan pentingnya penguatan ilmu pengetahuan dan nilai ketauhidan dalam proses pemberdayaan generasi muda.

“Yang diberikan selama satu tahun ini sejatinya adalah bekal. Yang paling penting ialah kekuatan ilmu, kesiapan jasmani, dan penguatan khazanah keilmuan yang dilandasi nilai ketauhidan,” ungkapnya.

Menurut Mujadid Rais, fondasi tauhid menjadi hal penting dalam menjalani kehidupan maupun aktivitas sosial kemasyarakatan. Ia juga berpesan agar peserta tetap menjaga semangat kebajikan dan kedekatan dengan Lazismu di mana pun berada.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan peserta, Tajul Arifin, menyampaikan rasa terima kasih atas pengalaman dan kesempatan belajar yang diberikan selama mengikuti program.

“Ada banyak pembelajaran bermakna yang kami dapatkan, terutama tentang pentingnya perencanaan, kerja sama tim, dan tanggung jawab dalam menyukseskan sebuah program,” tuturnya.

Sebagai simbol kelulusan, seluruh peserta menerima samir dari jajaran pimpinan Lazismu Pusat. Prosesi tersebut menjadi penanda semangat pengabdian dan pemberdayaan yang diharapkan terus tumbuh dalam diri para alumni Philanthropy Academy.