Salmah Orbayinah Kenang Siti Chamamah sebagai Ilmuwan dan Penggerak Dakwah

Salmah Orbayinah Kenang Siti Chamamah sebagai Ilmuwan dan Penggerak Dakwah
Almarhumah Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ’Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mengenang almarhumah Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno sebagai ilmuwan yang berhasil memadukan kecendekiaan akademik dengan pengabdian kepada dakwah, Persyarikatan, dan kemanusiaan. Menurutnya, warisan pemikiran dan keteladanan almarhumah akan terus menjadi inspirasi bagi kader Muhammadiyah-’Aisyiyah.

Hal tersebut disampaikan Salmah dalam Takziah Virtual untuk mengenang wafatnya Prof. Siti Chamamah Soeratno yang digelar secara daring, Kamis (9/7/2026).

“Prof. Siti Chamamah Soeratno telah memberikan bagian terbaik dari kehidupannya untuk pengembangan ilmu pengetahuan, dakwah, dan ’Aisyiyah. Beliau menunjukkan kepada kita bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan iman dan amal saleh untuk mencerahkan kehidupan serta memajukan peradaban,” ujar Salmah.

Salmah mengatakan, kepergian mantan Ketua Umum PP ’Aisyiyah periode 2000–2005 dan 2005–2010 itu merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan dunia akademik, tetapi juga bagi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah. Almarhumah dikenal sebagai sosok yang mencintai ilmu pengetahuan sekaligus mengabdikan hidupnya bagi kemajuan umat.

Menurutnya, selama memimpin ’Aisyiyah, Prof. Siti Chamamah berperan penting memperkuat karakter gerakan perempuan Islam berkemajuan melalui pengembangan tradisi keilmuan, kaderisasi, serta pemberdayaan perempuan agar tampil sebagai agen perubahan yang berilmu dan berakhlak.

“Prof. Chamamah adalah sosok yang sederhana, tetapi kaya gagasan; tegas dalam prinsip, rendah hati, dan memiliki visi yang besar,” katanya.

Salmah juga mengenang setiap kunjungan silaturahmi jajaran PP ’Aisyiyah ke kediaman almarhumah. Dalam setiap pertemuan, Prof. Siti Chamamah selalu menyampaikan pesan-pesan perjuangan yang harus dijaga oleh generasi penerus.

“Beliau tidak hanya mengajarkan nilai-nilai perjuangan, tetapi juga menghadirkannya melalui keteladanan yang nyata,” ungkap Salmah.

Ia menilai Prof. Siti Chamamah merupakan bagian dari mata rantai perjuangan ’Aisyiyah sejak masa Nyai Ahmad Dahlan (Siti Walidah). Semangat tersebut diwujudkan melalui dedikasi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghadirkan Islam yang membawa rahmat bagi semesta.

Karena itu, Salmah meyakini karya ilmiah, gagasan, dan kader-kader yang telah dibina almarhumah akan menjadi amal jariah yang terus memberi manfaat bagi perkembangan dakwah dan gerakan perempuan berkemajuan.

“Bagi ’Aisyiyah, wafatnya Prof. Siti Chamamah menjadi pengingat bahwa amanah perjuangan harus terus dilanjutkan dengan menjaga tradisi keilmuan, memperkokoh kaderisasi, memperluas dakwah kemanusiaan, serta menghadirkan karya-karya nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Menutup takziah, Salmah menyampaikan penghormatan atas seluruh pengabdian almarhumah.

“Selamat jalan, Ibu Prof. Siti Chamamah Soeratno. Terima kasih atas jalan perjuangan panjang yang telah Ibu bentangkan untuk kami semua. Nama Prof. Siti Chamamah Soeratno akan tetap terukir dalam sejarah gerakan perempuan berkemajuan, khususnya di ’Aisyiyah,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, putra almarhumah, Syauqi Soeratno, mengungkapkan bahwa semangat pengabdian ibundanya lahir dari panggilan agama yang tumbuh kuat dalam lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah dan ’Aisyiyah.

“Beliau pernah menyampaikan kepada saya bahwa selain karena panggilan agama, semangat itu tumbuh karena semua yang bersama-sama dalam persyarikatan saling memberikan rida. Di lingkungan persyarikatan, kita tidak berbuat untuk kepentingan diri sendiri, tetapi berjuang untuk satu tujuan, yaitu meraih rida Allah,” ujarnya.

Syauqi berharap nilai keikhlasan dan semangat berkhidmat yang diwariskan Prof. Siti Chamamah dapat terus diteruskan oleh keluarga sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda Muhammadiyah-’Aisyiyah.

Takziah virtual tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh Muhammadiyah, ’Aisyiyah, dan akademisi, di antaranya Ketua PP ’Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini, Ketua PP Muhammadiyah Amin Abdullah, tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin, tokoh senior ’Aisyiyah Shoimah Kastolani, Ketua PP ’Aisyiyah Masyitoh Chusnan, akademisi Universitas Gadjah Mada Inajati Adrisijanti dan Setiadi, Pemimpin Redaksi Suara ’Aisyiyah Adib Sofia, serta peneliti asal Jepang Satomi Ohgata, yang turut memberikan kesaksian mengenai keteladanan dan kontribusi almarhumah.