Abdul Mu’ti: Kekuatan Muhammadiyah Ada pada Sistem, Bukan Figur Pemimpin

Abdul Mu’ti: Kekuatan Muhammadiyah Ada pada Sistem, Bukan Figur Pemimpin
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti/ Foto: Tangkap layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kekuatan Muhammadiyah selama lebih dari satu abad tidak bertumpu pada sosok atau figur pemimpin, melainkan pada sistem organisasi, tata kelola, dan kaderisasi yang berjalan secara disiplin.

Pernyataan tersebut disampaikan Mu’ti saat menghadiri Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) Kabupaten Magelang, Ahad (5/7).

Menurutnya, budaya organisasi Muhammadiyah mengedepankan sistem yang kuat sehingga keberlangsungan gerakan tidak bergantung pada individu tertentu.

“Siapapun yang memimpin Muhammadiyah yang akan datang, dia adalah pemimpin yang melalui penjenjangan perkaderan yang sangat disiplin dan sangat sistematis,” ujar Mu’ti.

Ia mengungkapkan, di lingkungan Muhammadiyah yang menjadi pegangan bukanlah “sinten” atau siapa yang memimpin, melainkan sistem kerja dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah dibangun secara berkelanjutan.

Dengan sistem tersebut, kata Mu’ti, regenerasi kepemimpinan dapat berlangsung secara sehat dan terencana sehingga roda organisasi tetap berjalan tanpa bergantung pada figur tertentu.

Selain menyoroti pentingnya sistem organisasi, Mu’ti menjelaskan bahwa seluruh proses permusyawaratan di Muhammadiyah dilaksanakan dengan tata kelola yang transparan, bersih, serta mengedepankan nilai keadaban, musyawarah, dan kebersamaan.

Karena itu, berbagai agenda strategis organisasi, termasuk Muktamar Muhammadiyah ke-49 yang akan digelar di Medan pada 2029, telah dipersiapkan jauh hari.

Menurutnya, kepanitiaan Muktamar sudah dibentuk meskipun pelaksanaannya masih beberapa tahun lagi. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh proses penyelenggaraan dapat dipersiapkan secara matang.

Sebelum Muktamar berlangsung, PP Muhammadiyah juga akan menggelar Musyawarah Tanwir di Palu, Sulawesi Tengah, pada November 2027. Forum tersebut akan membahas sejumlah agenda strategis yang akan dibawa ke Muktamar.

Beberapa materi yang direncanakan dibahas dalam Tanwir meliputi perubahan Anggaran Dasar Muhammadiyah, penyusunan Program Strategis Muhammadiyah 2027–2052, serta penyusunan risalah Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berwawasan internasional.

“Itu pokok yang nanti akan kita bahas dan nanti setelah selesai diputuskan di Tanwir kita kirim ke anggota-anggota Muktamar, sehingga nanti semuanya sudah siap untuk memberikan masukan-masukan yang terbaik,” ungkapnya.

Mu’ti menambahkan, selain menyiapkan substansi Muktamar, Muhammadiyah juga terus mempersiapkan infrastruktur pendukung penyelenggaraan, termasuk pembangunan venue Muktamar Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di Medan.

Ia menyebut pembangunan venue Muktamar ’Aisyiyah ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan sebagai bagian dari kesiapan organisasi menyambut agenda permusyawaratan tertinggi Muhammadiyah pada 2029.