Muhammadiyah Bekali 21 Dai Daerah 3T, Siapkan Dakwah Adaptif hingga Pemberdayaan Masyarakat

Muhammadiyah Bekali 21 Dai Daerah 3T, Siapkan Dakwah Adaptif hingga Pemberdayaan Masyarakat
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin dalam Bimtek Dai Daerah 3T Tahun 2026, Sabtu (4/7). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah membekali 21 dai terpilih melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Dai Daerah 3T Tahun 2026 sebagai persiapan sebelum menjalankan tugas dakwah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia.

Kegiatan yang digelar secara daring pada Sabtu (4/7/2026) itu merupakan tahapan akhir sebelum para dai diterjunkan ke lokasi pengabdian. Selain memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah, peserta juga dibekali kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, strategi pemberdayaan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam dakwah.

Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, mengatakan para peserta yang mengikuti pelatihan merupakan dai terbaik yang lolos dari proses seleksi ketat yang diikuti ratusan pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia.

“Dari ratusan peserta yang mendaftar, Allah memberikan amanah kepada 21 orang untuk menjadi dai di daerah 3T. Ini bukan sekadar lulus seleksi, tetapi sebuah kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, Persyarikatan, dan masyarakat yang akan didampingi,” ujarnya.

Menurut Arifin, berdakwah di wilayah 3T memiliki tantangan yang jauh berbeda dibandingkan daerah perkotaan. Keterbatasan akses transportasi, minimnya fasilitas, hingga keberagaman sosial dan budaya menuntut para dai memiliki kesiapan mental, spiritual, serta kemampuan beradaptasi yang kuat.

“Menjalankan amanah sebagai dai di daerah 3T bukanlah amanah yang ringan. Akan ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun ketika amanah itu kita jalankan dengan ikhlas karena Allah SWT, insyaallah semua akan menjadi ringan. Yakinlah bahwa setiap langkah dakwah yang diniatkan karena Allah akan selalu mendapatkan pertolongan dan keberkahan-Nya,” pesannya.

Ia menegaskan, masyarakat di daerah 3T tidak hanya membutuhkan mubalig yang mampu menyampaikan ceramah, tetapi juga sosok pendamping yang hadir bersama masyarakat, memahami persoalan mereka, serta ikut mendorong kemandirian dan pemberdayaan umat.

“Masyarakat tidak hanya membutuhkan mubaligh yang pandai berbicara, tetapi juga sosok yang mau mendengar, peduli, membersamai, dan memberikan keteladanan. Jadilah dai yang membawa harapan, menghadirkan kegembiraan, dan menguatkan masyarakat melalui dakwah yang mencerahkan,” tambahnya.

Selama bimbingan teknis, peserta menerima materi dari sejumlah narasumber yang merupakan tokoh dan pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tohirin menyampaikan materi Risalah Islam Berkemajuan dan strategi dakwah komunitas, sementara Suhardin membahas sosiologi dakwah serta karakteristik masyarakat di wilayah 3T.

Adapun Zailani memberikan pembekalan mengenai penguatan karakter dan kompetensi dai agar mampu menjalankan dakwah secara arif, moderat, dan berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan. Sementara Kamarul Zaman membekali peserta dengan strategi dakwah digital serta sistem pelaporan kegiatan yang akuntabel.

Melalui program ini, LDK PP Muhammadiyah berharap seluruh Dai Komunitas memiliki kesiapan yang komprehensif sebelum bertugas di daerah pengabdian. Para dai diharapkan tidak hanya menjadi penyampai ajaran Islam, tetapi juga berperan sebagai penggerak pendidikan, pemberdayaan masyarakat, penguatan ketahanan sosial, serta solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah 3T.

Menutup kegiatan tersebut, Arifin mengajak seluruh peserta menjaga semangat pengabdian dan menjadikan dakwah sebagai sarana menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Pergilah dengan hati yang tulus, tetaplah rendah hati, cintai masyarakat tempat saudara mengabdi, dan jadilah wajah Muhammadiyah yang menghadirkan Islam yang mencerahkan dan menggembirakan. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkah dakwah kita,” pungkasnya.