’Aisyiyah dan Delegasi Parlemen Turki Perkuat Kerja Sama Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) ’Aisyiyah memperkuat jejaring internasional melalui pertemuan dengan Delegasi Committee on Equal Opportunity for Women and Men (KEFEK) dari Grand National Assembly of the Republic of Türkiye (GNAT) atau Parlemen Turki. Pertemuan yang berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (2/7/2026), membahas peluang kolaborasi di bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pembangunan masyarakat.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda resmi delegasi parlemen Turki ke Indonesia yang berlangsung pada 30 Juni–4 Juli 2026. Pertemuan difasilitasi oleh Kedutaan Besar Republik Türkiye untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, serta didampingi Duta Besar Republik Türkiye untuk Indonesia, Prof. Dr. Talip Küçükcan.
Delegasi Turki dipimpin H.E. Ms. Çiğdem Erdoğan, Ketua KEFEK sekaligus anggota parlemen dari Justice and Development Party (AK Party). Turut hadir delapan anggota parlemen dari berbagai partai politik, yakni AK Party, Nationalist Movement Party (MHP), Republican People’s Party (CHP), dan Peoples’ Equality and Democracy Party (DEM Party). Kehadiran lintas partai tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperjuangkan isu kesetaraan perempuan dan laki-laki.
Dalam pertemuan itu, delegasi Turki menyampaikan ketertarikannya menjalin kerja sama dengan PP ’Aisyiyah, khususnya dalam pengembangan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
PP ’Aisyiyah diwakili oleh Masyitoh, Tri Hastuti Nur Rochimah, Atiyatul Ulya, Najmia Amal Yusuf, dan Ninik Anisa. Kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai program yang telah dijalankan ’Aisyiyah, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, hingga perlindungan perempuan dan anak.
Ketua PP ’Aisyiyah, Masyitoh, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas kerja sama internasional dalam mendukung kemajuan perempuan.
“Pertemuan ini menjadi ruang yang sangat berharga untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pemberdayaan perempuan. ’Aisyiyah selalu terbuka untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak di tingkat internasional guna menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi perempuan, anak, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Masyitoh, sebagai organisasi perempuan Islam yang telah berdiri lebih dari satu abad, ’Aisyiyah memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, layanan sosial, serta perlindungan perempuan dan anak. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk membangun kemitraan yang saling menguatkan dengan berbagai lembaga internasional, termasuk parlemen Turki.
Sementara itu, delegasi KEFEK juga menyampaikan apresiasi terhadap kiprah ’Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Islam yang dinilai berhasil memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Mereka menyatakan ketertarikan untuk mempelajari lebih jauh berbagai praktik baik yang telah dikembangkan organisasi tersebut.
Sebagai tindak lanjut pertemuan, delegasi KEFEK mengundang PP ’Aisyiyah melakukan kunjungan balasan ke Türkiye. Kunjungan itu diharapkan menjadi langkah awal penyusunan program kerja sama yang lebih konkret di bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta penguatan pembangunan masyarakat melalui kemitraan antara parlemen Turki dan PP ’Aisyiyah.