Muhadjir Effendy: Pilar Ekonomi Muhammadiyah Dibangun untuk Kemandirian dan Pemberdayaan Umat

Muhadjir Effendy: Pilar Ekonomi Muhammadiyah Dibangun untuk Kemandirian dan Pemberdayaan Umat
Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy saat menghadiri Puncak Milad ke-18 UMRI di Pekanbaru, Sabtu (27/6/2026). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa penguatan pilar ekonomi yang menjadi agenda strategis Muhammadiyah tidak semata-mata bertujuan memperoleh keuntungan, melainkan membangun kemandirian ekonomi umat melalui pendekatan sociopreneur.

Pernyataan tersebut disampaikan Muhadjir saat menghadiri Puncak Milad ke-18 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) di Pekanbaru, Sabtu (27/6/2026). Menurutnya, penguatan ekonomi merupakan amanat Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar yang menetapkan pilar ekonomi sebagai salah satu arah gerak dakwah Islam Berkemajuan.

Muhadjir menjelaskan, pembangunan pilar ekonomi merupakan implementasi dari semangat perjuangan KH Ahmad Dahlan dalam membangun kemandirian umat melalui gerakan yang tidak hanya berorientasi pada dakwah, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satu langkah konkret yang kini dijalankan Muhammadiyah adalah pembangunan Pabrik Infus Suryavena Farma Indonesia di Malang. Selama ini, sekitar 130 Rumah Sakit Muhammadiyah-'Aisyiyah (RSMA) masih bergantung pada produk infus dari luar jaringan Muhammadiyah.

Menurut Muhadjir, pabrik tersebut dibangun melalui skema kepemilikan saham bersama yang melibatkan sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah (PTMA) dan RSMA sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara kolektif.

"Semoga sebelum Muktamar 49 itu sudah berdiri pabriknya– kita kejar. Dan kapasitasnya sekitar 15 juta per tahun produksi," katanya.

Ia menambahkan, kapasitas produksi pabrik infus tersebut direncanakan akan ditingkatkan hingga dua kali lipat agar mampu memenuhi kebutuhan rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan di luar jaringan Muhammadiyah.

Selain industri kesehatan, PP Muhammadiyah juga tengah mengembangkan jaringan ritel modern melalui program Mentarimu Mart sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi Persyarikatan.

"Intinya Muhammadiyah harus mengejar kemandirian,….. saat ini kita juga membangun mart, namanya boleh macam-macam, tapi yang diinisiasi oleh PP Muhammadiyah itu Mentarimu Mart," ungkap Muhadjir.

Ia menjelaskan, pengembangan jaringan ritel tersebut diharapkan menjadi solusi pemasaran bagi produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Muhammadiyah yang selama ini menghadapi kendala akses pasar.

Menurut Muhadjir, banyak produk UMKM binaan Muhammadiyah memiliki kualitas yang mampu bersaing. Namun, keterbatasan jaringan distribusi dan pemasaran membuat produk-produk tersebut belum berkembang secara optimal.

Karena itu, Muhammadiyah terus membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung, mulai dari sektor industri, layanan kesehatan, pendidikan, hingga jaringan ritel. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi Persyarikatan sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.