BPKH Sebut Muhammadiyah Berpotensi Jadi Role Model Pengelolaan Aset Ormas

BPKH Sebut Muhammadiyah Berpotensi Jadi Role Model Pengelolaan Aset Ormas
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Amri Yusuf dalam Pengajian PP Muhammadiyah bertema Resiliensi Keuangan untuk Dakwah Berkelanjutan di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat malam (26/6/2026). Foto: Tangkap layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Amri Yusuf, menilai Muhammadiyah memiliki potensi besar menjadi teladan dalam pengelolaan aset organisasi kemasyarakatan (ormas). Menurutnya, penguatan resiliensi keuangan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan dakwah dan pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Amri saat menjadi narasumber dalam Pengajian Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bertema Resiliensi Keuangan untuk Dakwah Berkelanjutan yang digelar di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat malam (26/6/2026).

Amri mengapresiasi langkah Muhammadiyah yang mengangkat isu resiliensi keuangan dalam forum pengajian. Menurutnya, tema tersebut umumnya dibahas di lingkungan korporasi, sehingga menjadi langkah strategis ketika diterapkan dalam penguatan organisasi dakwah.

Ia menilai perhatian Muhammadiyah terhadap tata kelola keuangan menunjukkan komitmen organisasi dalam menjaga keberlanjutan gerakan dakwah melalui sistem pengelolaan yang profesional.

Amri menjelaskan, besarnya aset Muhammadiyah yang tersebar dalam berbagai bentuk investasi langsung (direct investment) tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

“Karena direct investment itu mampu menyerap tenaga kerja sehingga sangat membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, terdapat sekitar 600 ribu organisasi kemasyarakatan yang terdaftar di Indonesia. Namun, hanya sebagian kecil yang memiliki aset riil dalam jumlah besar.

“Dari sekitar 600 ribu ormas tersebut, yang memiliki aset faktual jumlahnya tidak lebih dari 20 ormas. Muhammadiyah berada di jajaran teratas,” jelasnya.

Menurut Amri, salah satu fondasi utama dalam membangun ketahanan keuangan organisasi adalah kepercayaan publik (public trust). Karena itu, tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel harus terus diperkuat agar kepercayaan masyarakat terhadap Muhammadiyah tetap terjaga.

Dengan aset yang dimiliki saat ini, Muhammadiyah dinilai memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan pengelolaannya secara produktif guna memperkuat berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Langkah tersebut diyakini dapat semakin meningkatkan reputasi Muhammadiyah sebagai organisasi yang profesional dalam mengelola aset.

“Muhammadiyah akan menjadi role model dalam pengelolaan aset di lingkungan organisasi kemasyarakatan,” katanya.

Menutup pemaparannya, Amri berharap Muhammadiyah bersama organisasi kemasyarakatan lainnya terus memperkuat resiliensi keuangan sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Menurutnya, tata kelola keuangan yang sehat menjadi prasyarat penting agar dakwah, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan.