Pers Berkemajuan Harus Menjaga Kebenaran dan Etika

Pers Berkemajuan Harus Menjaga Kebenaran dan Etika
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam orasi ilmiah bertajuk “Pers Berkemajuan: Relasi Media, Agama, dan Semangat Kebangsaan” di UMJ, Kamis (13/8). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan pers memiliki posisi penting dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, profesi jurnalistik merupakan pekerjaan mulia karena pers memiliki tanggung jawab menghadirkan informasi yang benar, berimbang, dan mencerahkan bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Haedar dalam orasi ilmiah bertajuk “Pers Berkemajuan: Relasi Media, Agama, dan Semangat Kebangsaan” di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kamis (13/8).

Haedar mengatakan tantangan pers semakin kompleks seiring perkembangan media yang tidak hanya menjadi ruang penyebaran informasi, tetapi juga bagian dari industri dan beririsan dengan kepentingan politik. Kondisi tersebut menuntut insan pers menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

“Dunia wartawan, dunia pers adalah dunia yang mulia. Karena kita ingin menampilkan berbagai informasi yang cover both sides, narasi dan informasi yang benar, yang baik, serta memberi arah bagi kehidupan berbangsa. Itu harus terus kita jaga bersama, sesulit apa pun,” ujarnya.

Menurut Haedar, pers harus mampu mempertahankan kualitas pemberitaan di tengah tekanan industri, kepentingan politik, serta perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

“Ketika pers menjadi industri dan juga beririsan dengan politik, memang tidak selalu mudah. Seperti melaut di antara banyak karang. Tetapi saya yakin dengan kecerdasan dan kepiawaian insan pers, kita tetap mampu menyajikan informasi terbaik bagi masyarakat dan menampilkan kebenaran,” katanya.

Pers Berperan Menjaga Demokrasi

Haedar menilai keberadaan pers dibutuhkan oleh berbagai lembaga negara dan elemen kehidupan berbangsa. Media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi ruang kritik dan masukan yang dapat membantu memperkuat demokrasi.

“Sebuah bangsa dan negara hidup juga dari kritik, dari masukan, dan dari informasi yang beragam. Di situlah bangsa akan menjadi lebih maju,” ungkapnya.

Namun, kebebasan pers, menurut Haedar, harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab etis. Kebebasan tanpa etika berisiko menggeser fungsi pers dari kepentingan publik menuju kepentingan tertentu.

“Kita menjunjung tinggi etika luhur. Karena itu, aspek etika harus tetap menjadi pegangan. Semangat kita adalah menampilkan kebenaran, kebaikan, dan hal-hal yang penting bagi kepentingan bangsa dan negara,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa prinsip tersebut penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap media. Pers yang berkemajuan tidak cukup hanya cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu menghadirkan pemberitaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Muhammadiyah Dorong Kemajuan Bangsa

Dalam orasi tersebut, Haedar juga mengaitkan peran pers dengan komitmen Muhammadiyah dalam kehidupan kebangsaan. Ia menegaskan berbagai aktivitas yang dilakukan Muhammadiyah diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan Indonesia.

“Sebenarnya apa yang kami bangun dan kami usahakan tidak lain adalah untuk kepentingan bangsa,” ujarnya.

Menurut Haedar, cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara maju membutuhkan kontribusi dari berbagai unsur masyarakat. Karena itu, kehidupan kebangsaan perlu dibangun berdasarkan konstitusi serta kebersamaan yang menghasilkan kerja nyata.

“Mari kita tata kehidupan kebangsaan ini sesuai dengan prinsip dasar konstitusi dan membangun kebersamaan yang produktif, bukan sekadar kebersamaan yang simbolik,” katanya.

Ia menyebut tantangan Indonesia ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, sinergi antara organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, media massa, dan berbagai elemen masyarakat menjadi penting untuk mengawal pembangunan nasional.

“Ketika ormas keagamaan, dunia akademik, maupun media memberikan kritik kepada pemerintah dan lembaga-lembaga negara, semuanya itu bertujuan membawa bangsa ini menjadi lebih maju dan lebih mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Di situlah harus diletakkan spirit kita dalam berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Orasi ilmiah tersebut menegaskan kembali posisi pers dalam perspektif Muhammadiyah: bukan sekadar sebagai industri informasi, melainkan sebagai bagian dari kekuatan masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga kebenaran, memberikan kritik konstruktif, dan mendorong kemajuan kehidupan berbangsa.