Ketua Majelis Tabligh: Masjid Muhammadiyah Harus Jadi Pusat Pendidikan, Syiar, dan Ketakwaan Sosial

Ketua Majelis Tabligh: Masjid Muhammadiyah Harus Jadi Pusat Pendidikan, Syiar, dan Ketakwaan Sosial
Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal menegaskan arah baru gerakan dakwah masjid Muhammadiyah harus berporos pada tiga fungsi utama: pusat pendidikan, pusat syiar, dan penguatan ketakwaan sosial.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Konsolidasi Akbar Dakwah Muhammadiyah yang digelar secara daring pada Selasa (14/10), sebagai bagian dari persiapan menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Majelis Tabligh PP Muhammadiyah.

“Masjid harus hadir dalam kesulitan masyarakat, menjadi oase spiritual dan sosial bagi umat,” ujar Fathurrahman.

Dalam paparannya, Fathurrahman menekankan pentingnya reorientasi dan revitalisasi fungsi masjid Muhammadiyah agar benar-benar menjadi pusat pergerakan umat, bukan sekadar tempat ibadah ritual.

Menurut dia, masjid harus mampu melahirkan generasi cerdas dan bersih jiwanya, karena kemajuan tanpa kesucian spiritual hanya akan membawa kekosongan makna.

Ia mengibaratkan masjid sebagai laboratorium spiritual dan intelektual, tempat berkembangnya program kajian Islam yang terstruktur, kegiatan ekonomi jamaah, hingga inovasi dakwah digital yang terintegrasi dengan Lazismu.

“Kemajuan tanpa kesucian jiwa akan kehilangan arah. Masjid harus menjadi tempat lahirnya generasi berilmu dan berakhlak,” tegasnya.

Majelis Tabligh, kata Fathurrahman, tengah memperkuat program pelatihan dan peningkatan kapasitas mubalig berbasis masjid. Salah satu inisiatif strategis yang kini dikembangkan adalah sistem Connecting Tabligh, yang memungkinkan Muhammadiyah memiliki peta digital nasional berisi data mubalig, masjid, serta aktivitas dakwah di seluruh Indonesia.

Melalui pendekatan berbasis data ini, Fathurrahman berharap dakwah Muhammadiyah tidak lagi bersifat spontan, melainkan terukur, terencana, dan berdampak nyata.

Selain penguatan dakwah, Majelis Tabligh juga mendorong pengembangan koperasi syariah jamaah, program ketahanan pangan, serta inisiatif sosial berbasis masjid, termasuk ruang ramah anak dan milenial, hingga coworking space bagi generasi muda yang ingin berkontribusi lewat kreativitas.

Agenda Konsolidasi Akbar ini juga membahas peningkatan kesejahteraan mubalig Muhammadiyah.Majelis Tabligh tengah menyiapkan sistem evaluasi, pelaporan, dan penghargaan untuk para mubalig agar mereka mendapatkan dukungan yang layak dalam menjalankan amanah dakwah.

Dengan semangat ini, Fathurrahman ingin memastikan masjid Muhammadiyah tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat, tempat bertemunya spiritualitas, intelektualitas, dan solidaritas sosial.