Abdul Mu’ti Debut Main Lenong di Rakernas LSB PP Muhammadiyah
TVMU.TV - Pementasan Lenong Betawi bertajuk “Lela Oh Lela” menjadi salah satu penampilan yang mencuri perhatian pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2026) malam.
Pertunjukan tersebut semakin istimewa dengan tampilnya Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, sebagai pemeran utama.
Dalam pementasan berdurasi sekitar satu setengah jam itu, Abdul Mu’ti memerankan tokoh “Babeh Mu’ti”, lengkap dengan busana khas Betawi berupa songkok hitam, baju koko putih, dan sarung hijau yang disampirkan di bahu.
Bagi Abdul Mu’ti, penampilan tersebut menjadi pengalaman pertamanya bermain dalam sebuah pertunjukan teater di atas panggung.
“Saya baru pertama kali tampil dalam pertunjukan panggung. Motivasi saya untuk menyukseskan Rakernas LSB dan menghidupkan kesenian tradisional sebagai kekayaan budaya bangsa,” ujarnya.
Menurut Mu’ti, seni merupakan salah satu media dakwah yang sejak awal menjadi bagian dari gerakan Muhammadiyah. Karena itu, pengembangan seni budaya perlu terus diperkuat agar dakwah dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Muhammadiyah sejak awal memiliki komitmen untuk berdakwah melalui berbagai media, termasuk di dalamnya melalui kesenian. Selain sebagai sarana ekspresi jiwa, seni dapat menjadi sarana dakwah yang menyentuh hati, mudah dipahami, dan universal menjangkau khalayak luas,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pementasan lenong dalam rangkaian Rakernas LSB Muhammadiyah tidak hanya menarik perhatian warga Muhammadiyah, tetapi juga masyarakat umum dari berbagai latar belakang.
“Pertunjukan lenong sebagai rangkaian acara Rakernas LSB tadi malam tidak hanya disaksikan warga Muhammadiyah tetapi juga kalangan di luar Muhammadiyah, bahkan beberapa ada yang non-Muslim,” ujarnya.
Mu’ti menilai Muhammadiyah perlu terus memperluas dakwah kultural melalui berbagai bentuk kesenian dengan melibatkan komunitas seni sebagai mitra strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman dan kemanusiaan.
Pementasan “Lela Oh Lela” mengangkat kisah seorang perempuan bernama Lela yang berjuang mempertahankan pilihan hidup dan cintanya di tengah perbedaan pandangan dengan keluarga. Keteguhan hati Lela akhirnya membuahkan hasil setelah Rahman, pria yang dicintainya, berhasil meyakinkan kedua orang tuanya hingga keduanya dipersatukan dalam pernikahan.
Naskah pertunjukan disutradarai Imam Sulawardho Bumiayu dengan narasi yang dibawakan Nurlina Rahman. Melalui cerita tersebut, lenong menyampaikan pesan tentang keteguhan, kesetiaan, serta keberanian memperjuangkan pilihan hidup tanpa meninggalkan nilai-nilai keluarga.
Pementasan lenong menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Rakernas LSB PP Muhammadiyah, yang berlangsung pada 10–12 Juli 2026. Forum nasional tersebut digelar untuk merumuskan arah pengembangan seni dan budaya Muhammadiyah sekaligus memperkuat seni sebagai instrumen dakwah berkemajuan yang inklusif dan membumi.