Kualitas Udara Jakarta Buruk, Majelis Lingkungan Hidup Minta Pemerintah Lakukan Aksi Lebih Kongkrit
Wakil Ketua MLH PP Muhammadiyah, Hening Purwati Parlan meminta pemerintah untuk melakukan aksi yang lebih konkrit dan terstruktur.
TVMU.TV - Perusahaan teknologi kualitas udara Swiss, IQAir mencatat indeks kualitas udara (AQI) di DKI Jakarta mencapai angka 167 (tidak sehat) dengan kategorisasi sumber polutan PM2.5. Dengan demikian, DKI Jakarta menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dalam sebulan terakhir.
Terkait hal ini, Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hening Purwati Parlan meminta pemerintah untuk melakukan aksi yang lebih konkrit dan terstruktur.
“Pemerintah jangan seakan-akan merasa masalah ini terjadi tiba-tiba melainkan sebuah akibat dari perjalanan kebijakan yang sekian lama terjadi,” kata dia dalam keterangan tertulis yang dikutip, Selasa (15/8).
“Seperti udara di Bekasi tidak bisa ditahan masuk ke Jakarta, sehingga ini penyebab yang mengerikan dan ini bukan tiba-tiba terjadi,” lanjut Hening.
Selain itu, Hening juga mengingatkan agar pemerintah memikirkan penguatan transportasi publik sebagai salah satu solusi.
Disisi lain, ia berharap pembangunan transportasi tidak memangkas ruang hijau dan tetap memberikan kemudahan bagi kredit kendaraan pribadi (mobil dan motor).
Hening menilai inkonsistensi kebijakan seperti itu hanya akan berakumulasi seperti bom waktu.
Kemudian, dirinya juga berharap adanya penguatan transportasi publik dan konservasi ruang terbuka hijau, dalam hal ini pemerintah mendukung lewat kebijakan yang meminimalisir polusi lingkungan.
Misalnya sanksi tegas bagi penebang pohon di daerah DKI Jakarta dan sekitarnya, dukungan (stimulus) bagi warga yang menanam bibit dan batang pohon, hingga aturan kerja dari rumah untuk pegawai kantoran, Work From Home (WFH).
“Bekerja dari rumah dan tidak keluar rumah bisa menjadi salah satu solusi,” pungkas Hening.
VIDEO: Anwar Abbas VS Panji Gumilang