Kemendikdasmen Siapkan Rp61,1 Triliun untuk Lanjutkan Transformasi Pendidikan 2027

Kemendikdasmen Siapkan Rp61,1 Triliun untuk Lanjutkan Transformasi Pendidikan 2027
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin (31/8/2026). Foto: Kemendikdasmen.

TVMU.TV - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan pagu anggaran Rp61,10 triliun untuk menjalankan agenda transformasi pendidikan pada 2027. Anggaran tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat dukungan bagi guru dan peserta didik, serta memperbaiki layanan satuan pendidikan.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin (31/8/2026). Perencanaan 2027 menjadi kelanjutan dari berbagai program yang telah berjalan setelah sejumlah indikator pendidikan menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2025. 

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas semua dukungan dari pimpinan Komisi X beserta seluruh anggota sehingga kebijakan dan program yang kami laksanakan selama ini dapat berjalan dengan optimal, dan Alhamdulillah hasilnya juga sudah dirasakan oleh Masyarakat,” ucap Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Sejumlah Indikator Pendidikan Meningkat

Salah satu capaian yang disoroti adalah peningkatan transisi peserta didik dari PAUD ke SD. Pada 2025, persentasenya mencapai 66,15 persen, naik dari 63,81 persen pada 2024.

Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7–18 tahun juga meningkat menjadi 93,13 persen, dari 92,37 persen pada tahun sebelumnya. Sementara itu, Indeks Kualitas Lingkungan Belajar PAUD tercatat mencapai 65,15. 

Pada aspek kualitas pembelajaran, ketercapaian standar literasi mencapai 67,94 persen, sedangkan numerasi sebesar 62,53 persen. Adapun indikator karakter, iklim keamanan, inklusivitas, dan kebinekaan dalam kategori baik tercatat sebesar 42,66 persen. 

Perbaikan juga terlihat pada pendidikan vokasi. Persentase lulusan yang bekerja kurang dari satu tahun setelah lulus meningkat menjadi 74,60 persen, dibandingkan 71,83 persen sebelumnya.

Di sisi tata kelola, Indeks Reformasi Birokrasi Kemendikdasmen juga meningkat dari 89,10 menjadi 92,34. 

Anggota Komisi X DPR RI Denny Cagur mengapresiasi perkembangan tersebut, terutama peningkatan partisipasi sekolah dan serapan kerja lulusan pendidikan vokasi.

“Kami memberikan apresiasi terkait angka partisipasi sekolah yang di paparan disampaikan mencapai angka partisipasi sekolah usia 7-18 tahun meningkat itu merupakan upaya pemerataan akses di Indonesia, kemudian apresiasi transformasi tingkat serapan kerja lulusan vokasi yang mencapai 74,60% dalam waktu kurang dari satu tahun,” ujar Denny Cagur.

Rp61,10 Triliun untuk Transformasi Pendidikan

Untuk melanjutkan capaian tersebut, Kemendikdasmen memperoleh pagu anggaran 2027 sebesar Rp61,10 triliun. Jumlah ini meningkat Rp2,86 triliun dibandingkan pagu indikatif 2027 sebesar Rp58,24 triliun. 

Dari anggaran tersebut, Rp55,5 triliun diarahkan untuk mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Sejumlah program yang menjadi sasaran antara lain revitalisasi satuan pendidikan, penguatan wajib belajar, bantuan perlengkapan sekolah, Sekolah Nasional Terintegrasi, dan digitalisasi pembelajaran.

Alokasi yang disiapkan mencakup Rp9,28 triliun untuk revitalisasi satuan pendidikan, Rp5 triliun untuk inisiatif awal menuju penyelenggaraan wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya, serta Rp250 miliar untuk bantuan perlengkapan sekolah.

Kemendikdasmen juga mengalokasikan Rp7,21 triliun untuk Sekolah Nasional Terintegrasi dan Rp5,83 triliun untuk digitalisasi pembelajaran. 

Dukungan terhadap guru dan peserta didik turut menjadi bagian dari agenda tersebut. Pemerintah mengalokasikan Rp14,09 triliun untuk peningkatan kesejahteraan guru non-ASN, Rp13,79 triliun untuk Program Indonesia Pintar (PIP), serta Rp40 miliar untuk Studio Guru. 

Pendidikan Bermutu Jadi Arah 2027

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa berbagai program tersebut diarahkan untuk mewujudkan pendidikan bermutu yang dapat diakses seluruh masyarakat.

“Terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua dengan dukungan partisipasi semesta dalam rangka mewujudkan bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

Menurut Mu’ti, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah pusat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar kebijakan pendidikan dapat berjalan efektif.

“Kami menyampaikan apresiasi atas komitmen bapak dan ibu pimpinan beserta anggota Komisi X DPR RI dalam mendorong peningkatan pembangunan pendidikan secara keberlanjutan. Sehingga, kami berharap semua anak Indonesia mampu memperoleh akses pendidikan yang adil, berkualitas, relevan, serta membentuk jati diri bangsa yang kuat dan berdasar nilai luhur,” pungkas Mendikdasmen.

Dengan capaian akses, mutu pembelajaran, pendidikan vokasi, dan tata kelola yang menunjukkan tren positif, Kemendikdasmen menjadikan 2027 sebagai fase lanjutan transformasi pendidikan. Fokusnya tidak hanya mengejar peningkatan angka partisipasi, tetapi juga memastikan layanan pendidikan semakin merata, berkualitas, dan memberi dampak langsung bagi peserta didik serta guru.