Lazismu Jajaki Kerja Sama dengan Rumah Sakit Kanker Yordania untuk Bantu Penyintas Palestina
TVMU.TV - Lazismu membuka peluang kerja sama kemanusiaan dengan King Hussein Cancer Foundation and Center (KHCC), Yordania, untuk mendukung layanan kesehatan bagi penyintas kanker asal Palestina yang menjalani perawatan di negara tersebut. Penjajakan kolaborasi dilakukan melalui pertemuan di Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (4/8).
Delegasi KHCC diterima Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais bersama perwakilan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Muhammadiyah AID. Pertemuan membahas kemungkinan dukungan bagi pasien kanker asal Gaza yang harus dirujuk ke Yordania setelah banyak fasilitas kesehatan di wilayah tersebut tidak lagi berfungsi akibat konflik.
Rais menjelaskan KHCC merupakan lembaga yang selama ini memberikan layanan pengobatan bagi pasien kanker, termasuk warga Palestina yang dirawat di Yordania.
“Hari ini kami menerima kunjungan dua orang delegasi dari King Hussein Cancer Foundation and Center di Amman, Yordania. Mereka datang untuk bersilaturahmi sekaligus membuka kemungkinan kolaborasi dengan Muhammadiyah, khususnya Lazismu, dalam mendukung pelayanan bagi pasien kanker asal Palestina,” ujar Rais.
Menurutnya, kebutuhan layanan kesehatan bagi warga Palestina semakin besar seiring memburuknya situasi konflik di kawasan Timur Tengah. Di sisi lain, dukungan internasional terhadap lembaga kemanusiaan tersebut justru mengalami penurunan.
“Mereka menyampaikan bahwa donasi yang diterima semakin menurun. Karena itu mereka berharap dapat membangun kerja sama dengan Lazismu agar kebutuhan para pasien tetap dapat terpenuhi,” tambah Rais.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi KHCC menyampaikan bahwa saat ini rumah sakit menangani sekitar 492 pasien kanker, mayoritas merupakan pengungsi Palestina dari Gaza. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 520 pasien pada 2027.
Selain menghadapi persoalan biaya pengobatan, banyak pasien juga mengalami kesulitan selama proses evakuasi dan perawatan. Rais mengungkapkan sejumlah anak penderita kanker bahkan harus menjalani pengobatan tanpa didampingi orang tua kandung karena ketatnya proses pemeriksaan keamanan.
“Ada anak yang menderita kanker, tetapi ayah atau ibunya tidak diizinkan masuk mendampingi. Akhirnya justru tetangga atau orang yang tidak dikenal yang menemani mereka selama pengobatan. Ini tentu menjadi kondisi yang sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian kita semua,” ungkapnya.
Lazismu, lanjut Rais, akan mempelajari berbagai kebutuhan yang disampaikan KHCC sebelum menentukan bentuk kerja sama yang akan dilakukan. Bantuan yang dibutuhkan tidak hanya mencakup biaya pengobatan, tetapi juga transportasi, akomodasi pasien dan keluarga, hingga penyediaan alat kesehatan.
“Kami akan berkomunikasi lebih lanjut setelah pertemuan ini. Kami akan melihat kebutuhan yang paling mendesak, apakah untuk transportasi, akomodasi, pengobatan, maupun alat kesehatan. Setelah itu kami akan mengajak Lazismu di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menghimpun bantuan yang dipusatkan melalui Lazismu sebelum disalurkan kepada King Hussein Cancer Foundation,” jelasnya.
Menurut Rais, penyaluran bantuan melalui Yordania menjadi alternatif yang paling memungkinkan mengingat akses kemanusiaan langsung ke Gaza masih sangat terbatas akibat kondisi keamanan.
“Kami berdiskusi bahwa situasi di Gaza saat ini sangat berat sehingga bantuan langsung ke sana hampir tidak memungkinkan. Karena itu, dukungan melalui rumah sakit yang merawat para penyintas menjadi salah satu solusi yang bisa dilakukan,” katanya.
Sebelumnya, Lazismu telah beberapa kali menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Yordania berupa makanan, obat-obatan, pakaian, dan kebutuhan pokok bagi pengungsi Palestina. Pertemuan dengan KHCC diharapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih terarah, khususnya dalam mendukung pasien kanker asal Palestina.
“Tahun lalu ketika kami berkunjung ke Yordania sebenarnya sudah mendengar tentang lembaga ini. Namun saat itu kami belum memiliki jalur komunikasi yang tepat. Alhamdulillah, melalui pertemuan hari ini terbuka peluang untuk bekerja sama secara lebih spesifik, khususnya dalam mendukung pasien kanker asal Palestina,” ujarnya.
Rais berharap kerja sama tersebut menjadi bagian dari penguatan peran Muhammadiyah dalam aksi kemanusiaan global sekaligus memperluas kontribusi organisasi dalam membantu masyarakat yang terdampak konflik.
“Harapannya kerja sama ini menjadi bagian dari solidaritas kemanusiaan global sekaligus proses internasionalisasi Muhammadiyah. Semoga kolaborasi ini dapat berjalan dengan baik, efektif, dan benar-benar memberi manfaat bagi para penyintas Palestina, khususnya mereka yang sedang berjuang melawan penyakit kanker," sebutnya.