Mahasiswa Farmasi UMP Raih Young Scientist Award di Malaysia lewat Inovasi Deteksi Limbah

Mahasiswa Farmasi UMP Raih Young Scientist Award di Malaysia lewat Inovasi Deteksi Limbah
Mahasiswa Fakultas Farmasi UMP kembali menorehkan prestasi internasional dengan meraih Young Scientist Award dalam ajang Bio-Innovative Challenge 2026 yang digelar di INTI International University, Malaysia, pada 7 April 2026. Foto: UMP.

TVMU.TV - Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menorehkan prestasi internasional dengan meraih Young Scientist Award dalam ajang Bio-Innovative Challenge 2026 yang digelar di INTI International University, Malaysia, pada 7 April 2026.

Tim mahasiswa Program Studi Farmasi yang terdiri dari Oktaviany Salsabillah (ketua), Najwa Haya Asy Syahla, Muhammad Naufal Zaidaan, dan Syifa Permata Buana berhasil memikat dewan juri melalui inovasi prototype bertajuk STRIPPO. Inovasi tersebut berupa strip sederhana untuk mendeteksi keberadaan fenol pada limbah jus buah dengan memanfaatkan enzim polyphenol oxidase (PPO) yang diekstrak dari kulit pisang.

Konsep yang diusung dalam proyek ini adalah “From Waste for Waste”, yakni pemanfaatan limbah untuk mengatasi limbah lainnya, sehingga dinilai relevan dalam menjawab persoalan lingkungan dan kesehatan.

Ketua tim, Oktaviany Salsabillah, mengaku bersyukur atas capaian tersebut setelah melalui proses panjang dalam pengembangan inovasi.

“Saya merasa sangat senang dan bersyukur karena hasil kerja keras kami akhirnya terbayarkan dengan pencapaian ini,” kata dia dalam keterangannya seperti dikutip tvMu, Senin (20/4).

Ia menjelaskan, kompetisi tersebut memiliki tingkat persaingan tinggi dengan peserta dari berbagai negara, sehingga tim harus bekerja ekstra dalam menyiapkan inovasi.

“Perjalanan panjang mencari ide inovatif, mengembangkan prototype dari bahan sederhana, serta menyusun PPT dan laporan. Kami juga banyak mengorbankan waktu istirahat demi hasil yang maksimal,” tambahnya.

Oktaviany juga menegaskan peran penting dosen pembimbing dalam mengarahkan pengembangan riset agar tetap sesuai dengan tema kompetisi.

“Dosen pembimbing sangat berperan dalam mengarahkan kami ke ide yang lebih tepat. Pada awalnya kami sempat keluar dari konteks tema lomba, namun berkat arahan dosen pembimbing, kami bisa kembali fokus,” jelasnya.

Dekan Fakultas Farmasi UMP, Assoc. Prof. apt. Binar Asrining Dhiani, Ph.D., mengapresiasi capaian mahasiswa yang dinilai mampu menghadirkan inovasi berdampak.

“Kami bangga terhadap pencapaian tingkat internasional dari mahasiswa Fakultas Farmasi UMP ini. Buah kerja keras dan ide kreatif mahasiswa dalam berinovasi yang memberikan dampak penyelesaian masalah lingkungan dan kesehatan sekaligus,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendampingan akademik yang kuat.

“Dibawah bimbingan dosen dengan kepakaran kimia analisis, apt. Suparman, Ph.D., menunjukkan bahwa segenap civitas akademika Fakultas Farmasi UMP berkomitmen untuk bersama menorehkan prestasi di tingkat internasional,” pungkasnya.

Ajang Bio-Innovative Challenge merupakan kompetisi ilmiah internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk menghadirkan solusi inovatif berbasis sains dan teknologi, khususnya di bidang kesehatan dan lingkungan. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi mahasiswa Indonesia dalam kancah riset global.