Mahasiswa FISIP UMJ Raih Pendanaan PKM 2026 Lewat Riset Live Streaming Mengemis di TikTok

Mahasiswa FISIP UMJ Raih Pendanaan PKM 2026 Lewat Riset Live Streaming Mengemis di TikTok
Tim mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP UMJ berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendiktisaintek RI Tahun 2026 melalui skema PKM-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Tim mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendiktisaintek RI Tahun 2026 melalui skema PKM-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH).

Keberhasilan tersebut diumumkan pada 23 Mei 2026 melalui penelitian berjudul “Analisis Praktik Live Streaming Mengemis Berkedok Donasi di TikTok dalam Perspektif Pemberantasan Kemiskinan dan Etika Ekonomi Digital.” Tim ini menjadi satu-satunya perwakilan UMJ yang berhasil memperoleh pendanaan PKM tahun ini.

Tim penelitian diketuai oleh Resya Azzahra Putri Rinto dengan anggota Al Aina Latifah, Asfarina Amanda Putri, dan Giovanni Novelia Nariswari. Seluruh anggota tim merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP UMJ.

Ketua tim, Resya Azzahra Putri Rinto, mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih setelah melalui proses penyusunan proposal yang dimulai sejak Maret 2026.

“Kami sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa lolos pendanaan. Perasaan kami campur aduk, haru, bangga, dan bahagia, terlebih tim kami menjadi satu-satunya dari UMJ yang lolos tahun ini,” ujarnya.

Menurut Resya, tema penelitian dipilih karena maraknya fenomena siaran langsung di media sosial yang memanfaatkan narasi donasi untuk memperoleh keuntungan finansial. Praktik tersebut dinilai perlu dikaji dari perspektif sosial, etika, dan ekonomi digital karena berpotensi mengeksploitasi kelompok rentan serta memengaruhi pola pikir masyarakat.

“Fenomena ini perlu dikaji secara ilmiah dari perspektif etika dan ekonomi digital. Karena hal tersebut berkaitan dengan eksploitasi kelompok rentan dan perilaku masyarakat di ruang digital,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, proses penyusunan proposal tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari memperkuat landasan teori, merumuskan urgensi penelitian, hingga menyesuaikan sistematika penulisan dengan pedoman PKM yang ketat. Namun, kerja sama tim yang solid dan pendampingan intensif dari dosen pembimbing menjadi faktor penting yang mengantarkan proposal tersebut lolos seleksi nasional.

Dosen pembimbing sekaligus Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Publik UMJ, Dr. Mawar, S.I.P., M.A.P., mengapresiasi keberhasilan mahasiswanya yang mampu bersaing di tengah tingginya kompetisi PKM tingkat nasional.

“Keberhasilan ini sangat membanggakan. Mereka mampu bersaing dengan banyak proposal lain dan menunjukkan usaha luar biasa, bahkan memanfaatkan waktu libur untuk tetap produktif menyusun proposal,” kata Mawar.

Menurutnya, penelitian tersebut lahir dari kepekaan mahasiswa dalam membaca fenomena sosial yang berkembang di era digital. Ia menilai ruang digital yang semestinya menjadi sarana kreativitas dan inovasi dapat mengalami pergeseran fungsi apabila dimanfaatkan untuk praktik yang berpotensi mengeksploitasi empati publik.

Mawar menambahkan, keberhasilan tim tidak terlepas dari dukungan berjenjang yang diberikan UMJ melalui sosialisasi, seleksi internal, pendampingan program studi dan fakultas, hingga klinik proposal bersama reviewer kampus.

Ia berharap tim PKM-RSH FISIP UMJ mampu menjalankan penelitian secara konsisten, menghasilkan luaran ilmiah yang berkualitas, serta melanjutkan prestasi hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

“Semoga tim dapat memanfaatkan peluang ini dengan optimal, menghasilkan luaran riset yang berkualitas, bahkan melampaui target. Capaian ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus aktif berkarya,” tutupnya.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi UMJ. Dari sekitar 250 proposal yang diajukan UMJ pada PKM 2026 dan puluhan ribu proposal dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia, tim PKM-RSH FISIP UMJ berhasil menjadi satu-satunya tim yang lolos pendanaan dari kampus tersebut.