BEM Farmasi UMP Jalankan Program Desa Sehat untuk Cegah Anemia Remaja

BEM Farmasi UMP Jalankan Program Desa Sehat untuk Cegah Anemia Remaja
BEM UMP meluncurkan PPK Ormawa 2026 melalui program DOPAMIN (Program Revitalisasi, Optimalisasi, dan Integrasi Masyarakat Desa Kalisalak Guna Mencegah dan Mengurangi Angka Anemia Remaja Menuju Desa Sehat) di Balai Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Rabu (8/7/2026). Foto: UMP.

TVMU.TV - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) meluncurkan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 melalui program DOPAMIN (Program Revitalisasi, Optimalisasi, dan Integrasi Masyarakat Desa Kalisalak Guna Mencegah dan Mengurangi Angka Anemia Remaja Menuju Desa Sehat).

Program tersebut resmi diperkenalkan dalam kegiatan Grand Launching di Balai Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Rabu (8/7/2026).

Program ini menjadi bentuk kolaborasi antara UMP, Pemerintah Desa Kalisalak, dan masyarakat dalam mengatasi tingginya angka anemia remaja melalui pendekatan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pengelolaan lingkungan, serta pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

Kegiatan peluncuran dihadiri Kepala Desa Kalisalak Ilham Triyono, S.Pd., perwakilan Kecamatan Kebasen, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Puskesmas Kebasen, pimpinan Fakultas Farmasi UMP, perangkat desa, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta tim PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP.

Ketua Pelaksana PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP 2026, Meilani Wiji Astuti, mengatakan Program DOPAMIN dirancang sebagai solusi atas persoalan anemia remaja yang masih menjadi tantangan kesehatan di Desa Kalisalak.

“Kami berharap Program DOPAMIN tidak hanya mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan anemia, tetapi juga mampu membangun kemandirian desa melalui pemberdayaan potensi lokal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program akan dilaksanakan selama sekitar tiga bulan dengan mengintegrasikan enam program unggulan, yakni PRO-INOVENA, MAJU CERIA, PROBIO, BESTI TANI, BU NILA, dan MANDIRI MP. Seluruh program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, mengoptimalkan pengelolaan lingkungan, meningkatkan perekonomian warga, serta memperkuat kelembagaan desa.

Selain itu, tim PPK Ormawa juga akan membentuk KSATRIA (Kader Sehat Zero Anemia) sebagai kader pendamping masyarakat dalam upaya pencegahan anemia. Program ini turut didukung dengan Website SEHATI (Sehat, Aktif, Tanpa Anemia) yang difungsikan sebagai media edukasi sekaligus pemantauan kesehatan masyarakat.

“Selain menjalankan berbagai program pemberdayaan, kami juga akan membentuk KSATRIA (Kader Sehat Zero Anemia) sebagai kader keberlanjutan yang bertugas mendampingi masyarakat dalam upaya pencegahan anemia serta pengembangan Desa Sehat berbasis potensi lokal. Program ini juga didukung dengan pemanfaatan teknologi melalui Website SEHATI (Sehat, Aktif, Tanpa Anemia) sebagai media edukasi dan monitoring kesehatan masyarakat,” jelas Meilani.

Kepala Desa Kalisalak, Ilham Triyono, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan yang digagas mahasiswa UMP relevan dengan kebutuhan masyarakat karena disusun berdasarkan hasil identifikasi persoalan di lapangan.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto di Desa Kalisalak. Semoga seluruh program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi awal kolaborasi yang terus berlanjut,” ungkapnya.

Sementara itu, dosen pembina sekaligus pendamping PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP, apt. Anjar Mahardian Kusuma, M.Sc., menegaskan bahwa program ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan, tetapi juga dari keberlanjutan program dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Kami berharap seluruh tim mampu menjaga semangat kolaborasi bersama masyarakat sehingga Program DOPAMIN dapat menjadi model pemberdayaan desa yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan,” katanya.

Usai peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan program kerja kepada masyarakat, diskusi bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat, serta penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Program DOPAMIN.

Melalui program ini, UMP berharap lahir model pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kesehatan remaja sekaligus mendorong terwujudnya Desa Kalisalak sebagai desa sehat, mandiri, dan berkelanjutan.