Uhamka dan Kemenhaj Dorong Ekosistem Haji Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) bersama Kementerian Haji dan Umrah RI mendorong penguatan ekosistem haji sebagai bagian dari penggerak ekonomi nasional. Gagasan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertema Membangun Ekosistem Haji sebagai Circular Economy: Dari Akses, Layanan, hingga Industri Pendukung di Indonesia yang digelar secara luring di Aula AR. Fachruddin, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Uhamka, Jakarta, serta daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (4/7/2026).
Seminar yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana (SPs) Uhamka itu menjadi forum kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, pelaku industri, dan organisasi profesi untuk membahas pengelolaan haji dan umrah sebagai ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Selain memperkuat tata kelola ibadah, pengembangan ekosistem tersebut dinilai mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri halal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Kegiatan ini dihadiri Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Rektor Uhamka Prof. Gunawan Suryoputro, Direktur Sekolah Pascasarjana Uhamka Prof. Ade Hikmat, Direktur Utama Bank Syariah Nasional Alex Sofjan Noor, serta sejumlah narasumber, di antaranya Anggota Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko, Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Harry Alexander, Sekretaris Jenderal DPP Amphuri Zaky Zakaria Anshary, dan dosen Magister Manajemen SPs Uhamka Sarji. Seminar juga diikuti dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi.
Rektor Uhamka, Prof. Gunawan Suryoputro, menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi kunci dalam membangun ekosistem haji yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan ibadah, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang luas.
“Seminar hari merupakan kolaborasi antar pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Haji dengan mendatangkan Menteri Haji dan Umroh sebagai Narasumber, melalui kegiatan ini Mahasiswa akan diberikan penguatan mengenai ide-ide dalam pengelolaan Haji dan Umroh sebagai roda perekonomian Indonesia dari berbagai aspek,” ucap Prof. Gunawan.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan gagasan, riset, dan sumber daya manusia yang mampu mendukung pengembangan tata kelola haji yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, berharap diskusi yang dibangun dalam seminar tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi berlanjut menjadi kerja sama konkret antara kementerian dan perguruan tinggi.
“Semoga seminar ini dapat berlanjut ke jenjang kerja sama kedepannya sehingga bisa memberikan dampak langsung kepada pertumbuhan perekonomian nasional melalui kerja sama dengan pihak-pihak terkait, terutama salah satunya perguruan tinggi yang memiliki program manajemen ekonomi, seperti Uhamka,” ujar Mochamad Irfan.
Ia menilai keterlibatan perguruan tinggi penting dalam mendukung transformasi penyelenggaraan haji melalui kajian ilmiah, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia yang mampu memperkuat ekosistem haji di Indonesia.
Melalui seminar ini, Uhamka dan Kementerian Haji dan Umrah berharap terbangun sinergi yang lebih erat antara pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan lembaga keuangan syariah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola haji sekaligus menjadikan ekosistem haji sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.