Majelis Dikdasmen PNF Gelar Berbagi Praktik Baik Sekolah Ramah Lingkungan
TVMU.TV - Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar kegiatan Berbagi Praktik Baik Sekolah Ramah Lingkungan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim di Jakarta, Kamis (11/9).
Acara yang didukung oleh Global Partnership for Education (GPE) dan UNICEF ini menghadirkan Arskal Salim selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Agus Djamil selaku Direktur Eksekutif Muhammadiyah Climate Center (MCC), Maulani Mega Hapsari selaku Direktur SMP Kemendikdasmen, M. Khoirul Huda selaku Sekretaris Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Nur Rofika Ayu Shinta Amalia selaku Ketua Tim Kerja Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Sutanpri selaku Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu sebagai narasumber.
Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Alpha Amirrachman menyampaikan terimakasih atas dukungannya dari UNICEP dan GPE sehingga kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan baik dan lancar.
Pada kesempatan yang sama, Muhammad Yusro selaku Sekretaris Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen mengatakan, penerapan pendidikan iklim seperti di sekolah Adiwiyata Jakarta dan Green School Bali dapat menjadi model inspiratif dengan arsitektur ramah lingkungan, kebun organik, dan energi terbarukan.
Ia menjelaskan, tujuan pendidikan iklim tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan aksi nyata, kesadaran, dan tanggung jawab, serta mencetak generasi kritis, berkelanjutan, dan agen perubahan.
Sementara itu, Hilman Latief selaku Bendahara Umum PP Muhammadiyah menjelaskan, tiga gerakan utama Muhammadiyah yaitu pembaruan, ilmu, kesadaran perubahan iklim. Menurutnya, keputusan organisasi harus berbasis paradigma akademik dan keilmuan, sehingga paradigma pendidikan perlu pembaruan pada kelembagaan, infrastruktur, metodologi, hingga filosofi.
Sebagai tindak lanjut diharapkan Hilman, ada kampanye bersama, kolaborasi antar sekolah, serta implementasi nyata di lapangan. Ia menilai, learning by visit efektif untuk berbagi inspirasi, menyampaikan dukungan penuh, harapan keberlanjutan program yang menginpirasi.