MDMC Kerahkan Tim Kesehatan Bantu Korban Gempa di Puskesmas Dampek
TVMU.TV - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melalui Tim Kesehatan Muhammadiyah mengerahkan satu dokter dan dua perawat untuk membantu pelayanan kesehatan masyarakat terdampak gempa bumi di Puskesmas Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tim tersebut diterjunkan setelah informasi mengenai keterbatasan tenaga kesehatan dalam menangani pasien pascagempa beredar di media sosial. Di Puskesmas Dampek, tim Muhammadiyah kemudian mendampingi dr. Melinda yang sebelumnya menangani pasien dalam jumlah banyak secara mandiri.
Respons kesehatan tersebut berada di bawah koordinasi Direktur Klinik Utama Muhammadiyah Ende, dr. Ibrahim Sengaji. Tim yang terdiri atas satu dokter dan dua perawat ditugaskan untuk memperkuat pelayanan sekaligus membantu penanganan pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Salah satu tenaga medis Muhammadiyah, dr. Baim, mengatakan tim telah bergerak sejak hari pertama setelah gempa. Bersama Klinik Muhammadiyah Ende, MDMC Ende, dan Klinik Muhammadiyah Maumere, mereka berangkat menuju Mbay pada Sabtu sekitar pukul 10.30 WITA.
Setibanya di Mbay, tim langsung melakukan penyisiran terhadap masyarakat di wilayah perbukitan setelah memperoleh informasi mengenai potensi tsunami.
“Kemudian besoknya kami melanjutkan ke Riung, Kabupaten Ngada. Kami membuat pos pelayanan Muhammadiyah di Mbay, kemudian melanjutkan ke Riung dan berkoordinasi dengan PDM dan PDA Kabupaten Ngada untuk membuat pos pelayanan di sana,” ujar dr. Baim dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/8).
Bawa Logistik dan Obat-obatan ke Wilayah Terdampak
Perjalanan tim berlanjut menuju Manggarai Timur. Sepanjang perjalanan, tim menemukan sejumlah wilayah dengan kerusakan bangunan dan kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Dalam perjalanan tersebut, tim membawa logistik dan obat-obatan dengan jumlah terbatas. Kondisi akses menuju sejumlah lokasi terdampak menjadi salah satu tantangan dalam mobilisasi bantuan.
Setibanya di Manggarai Timur, tim mulai memberikan pertolongan kepada warga. Pelayanan yang dilakukan antara lain membersihkan luka hingga tindakan medis seperti penjahitan luka.
Pada malam hari saat berada di wilayah Pota, tim memperoleh informasi mengenai kondisi dr. Melinda di Puskesmas Dampek. Informasi tersebut disampaikan melalui grup Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang menyebut dr. Melinda harus menangani banyak pasien dengan keterbatasan tenaga medis.
“Setelah ada berita di grup IDI bahwa dr. Melinda menangani sendiri dengan begitu banyak pasien, keesokan paginya kami bergeser ke Dampek untuk membantu dr. Melinda dengan satu dokter dan dua perawat,” ujar dr. Baim.
Setelah tiba di Puskesmas Dampek, tim kesehatan Muhammadiyah ikut memperkuat pelayanan kepada pasien terdampak gempa. Selain memberikan layanan medis, tim juga membantu proses evakuasi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Sebanyak tiga pasien dengan kondisi fraktur telah dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Borong untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Respons Kesehatan Berlanjut
Hingga kini, tim kesehatan Muhammadiyah masih mendampingi pelayanan di Puskesmas Dampek. Tim juga terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat dan pihak terkait untuk menyesuaikan pelayanan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat terdampak.
Respons tersebut menjadi bagian dari operasi kemanusiaan MDMC bersama jejaring layanan kesehatan Muhammadiyah di wilayah Flores. Selain pelayanan kesehatan, Muhammadiyah juga melakukan asesmen, mobilisasi relawan, serta dukungan logistik di sejumlah wilayah terdampak gempa.
Kehadiran tenaga medis Muhammadiyah di Puskesmas Dampek diharapkan dapat membantu mengurangi beban tenaga kesehatan setempat sekaligus memastikan masyarakat terdampak memperoleh layanan medis sesuai tingkat kebutuhan dan kondisi di lapangan.