Muhadjir Effendy Dorong Penguatan UMKM dan Islam Moderat
TVMU.TV - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cibiuk, Kabupaten Garut, menggelar Silaturahmi Ba’da Idulfitri 1447 H pada Jumat (10/4) di Pesantren Al-Furqon. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga forum penguatan konsolidasi gerakan keagamaan dan ekonomi umat.
Mengusung tema “Pembinaan dan Pengembangan Usaha Mikro dan Menengah Kabupaten Garut 2026”, acara ini menghadirkan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, sebagai pembicara utama.
Dalam pemaparannya, Muhadjir menekankan pentingnya membangun Islam yang damai dan terbuka di tengah perbedaan, sekaligus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi umat.
“Perbedaan Idul Fitri bukan berarti tidak taat kepada pemerintah. Pandangan seperti itu tidak tepat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, perbedaan dalam penetapan Idulfitri merupakan bagian dari tradisi ijtihad dalam Islam yang perlu disikapi secara bijak. Menurutnya, silaturahmi menjadi kunci menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Dengan memperbanyak silaturahmi, perbedaan tidak menjadi sumber konflik, tetapi justru menjadi kekayaan,” ujarnya.
Muhadjir juga menegaskan bahwa keterbukaan merupakan ciri utama gerakan Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid. Tanpa sikap terbuka, menurutnya, Muhammadiyah berisiko kehilangan relevansi dalam menjawab tantangan zaman.
“Kita harus berpikiran terbuka. Tanpa itu, semangat tajdid tidak akan berjalan,” katanya.
Dalam konteks global, ia turut menyinggung konflik di Timur Tengah. Muhammadiyah, kata dia, mendorong penyelesaian damai melalui solusi dua negara sebagai pendekatan yang realistis.
“Kita mendukung solusi dua negara sebagai jalan damai yang rasional,” ungkapnya.
Selain itu, Muhadjir mengingatkan pentingnya menjaga kepentingan nasional Indonesia, termasuk hubungan strategis dengan Arab Saudi, terutama dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Di sektor ekonomi, Muhadjir menilai tantangan utama UMKM saat ini bukan hanya produksi, tetapi akses pasar. Ia menekankan perlunya penguatan distribusi dan pemasaran, termasuk pemanfaatan platform digital.
“UMKM membutuhkan pasar yang jelas. Saat ini pasar tidak hanya konvensional, tetapi juga berbasis digital dan jaringan distribusi modern,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, Muhammadiyah mendorong pengembangan jaringan ritel Suryamart sebagai wadah distribusi produk UMKM warga.
“Suryamart kita dorong sebagai jaringan ritel umat agar produk UMKM memiliki akses pasar yang berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan ekonomi menjadi salah satu fokus Muhammadiyah menjelang Muktamar mendatang di Medan, dengan harapan sektor ini menunjukkan kemajuan signifikan.
“Kita berharap saat Muktamar di Medan, pilar ekonomi Muhammadiyah sudah menunjukkan kemajuan yang nyata,” ujarnya.
Muhadjir menegaskan, seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari gerakan tajdid yang dijalankan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Gerakan tajdid itu proses bertahap. Yang penting arah kita jelas dan terus bergerak,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PCM Cibiuk, Yanto Asyatibi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah untuk hadir di tengah masyarakat, baik dalam penguatan ukhuwah maupun pemberdayaan ekonomi.
“Silaturahmi ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga sarana memperkuat pemahaman tentang Islam yang damai dan berkemajuan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta. Diskusi yang berkembang menunjukkan semangat kolektif dalam merespons berbagai isu, mulai dari dinamika keagamaan hingga tantangan ekonomi seperti akses pasar, permodalan, dan digitalisasi usaha.