Muhammadiyah dan Kedubes Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Haji

Muhammadiyah dan Kedubes Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Haji
PP Muhammadiyah memenuhi undangan Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia dalam pertemuan yang digelar di Kantor Kedubes Arab Saudi, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memenuhi undangan Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia dalam pertemuan yang digelar di Kantor Kedubes Arab Saudi, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum penguatan kerja sama strategis di bidang pendidikan, penyelenggaraan ibadah haji, serta respons terhadap dinamika kawasan Timur Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kolaborasi yang lebih luas, termasuk penguatan jejaring pendidikan antara institusi Muhammadiyah dan lembaga pendidikan di Arab Saudi. Langkah ini sejalan dengan upaya Muhammadiyah dalam mendorong internasionalisasi pendidikan dan memperluas peran globalnya.

Ketua PP Muhammadiyah, Saad Ibrahim, yang hadir didampingi Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) PP Muhammadiyah Muhammad Ziyad serta Sekretaris LPHU Marjuki Al Jawiy, menegaskan bahwa kerja sama yang dibangun harus berlandaskan nilai keislaman dan kemaslahatan umat.

“Kerja sama ini harus menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah dinamika kawasan,” ujar Saad.

Selain sektor pendidikan, isu penyelenggaraan ibadah haji juga menjadi perhatian utama. Muhammadiyah menekankan pentingnya sinergi dengan otoritas Arab Saudi guna memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan jemaah haji Indonesia.

Pertemuan tersebut juga menyinggung perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kedua pihak sepakat pentingnya menjaga stabilitas regional, memperkuat solidaritas antarnegara Muslim, serta mengedepankan prinsip perdamaian dalam menyikapi berbagai dinamika global.

Saad menambahkan bahwa hubungan antarbangsa perlu dibangun atas dasar saling pengertian dan empati, bukan konflik.

“Relasi antarbangsa harus dibangun di atas semangat saling memahami dan empati, bukan konflik dan ketegangan,” tegasnya.

Pertemuan ini menegaskan hubungan erat yang telah terjalin antara Muhammadiyah dan Arab Saudi, khususnya dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengembangan umat, sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.