Muhammadiyah Kerahkan EMT Internasional dan Sembilan Langkah Respons Gempa NTT
TVMU.TV - Muhammadiyah mengerahkan Emergency Medical Team (EMT) Internasional Muhammadiyah untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan medis di tengah kondisi wilayah terdampak yang masih berpotensi mengalami gempa susulan.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, mengatakan EMT Internasional Muhammadiyah telah mulai bergerak menuju NTT. Tim tersebut membawa dukungan rumah sakit lapangan, termasuk tenda medis, untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.
“EMT sudah mulai bergerak dan diberangkatkan. Mengingat kondisi NTT masih sering gempa susulan, sehingga membutuhkan rumah sakit lapangan seperti tenda-tenda yang dimiliki EMT Internasional Muhammadiyah,” ucap Agus saat diwawancarai pada Sabtu (22/8/2026).
Pengiriman EMT Internasional tersebut melanjutkan respons kesehatan yang sebelumnya dilakukan Muhammadiyah melalui jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah (RSMA), klinik, dan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Agus menyebut sejumlah institusi telah lebih dahulu mengirimkan tenaga kesehatan, di antaranya Klinik Muhammadiyah Utama Ende, RS PKU Muhammadiyah Bima, jaringan RSMA di Jawa, serta Universitas Muhammadiyah Makassar.
Sembilan Langkah Respons Muhammadiyah
Selain memperkuat layanan medis, Muhammadiyah menjalankan sejumlah langkah untuk memastikan respons bencana gempa NTT berlangsung terkoordinasi dan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah terdampak.
Pertama, Muhammadiyah mendirikan Posko Koordinasi Wilayah (Poskorwil) Respons Gempa Flores di Klinik Muhammadiyah Utama Ende.
Kedua, Posko Koordinasi Daerah (Poskorda) didirikan di enam Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) yang terdampak, yakni Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ende, Sikka, dan Manggarai.
Ketiga, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTT diminta mengirimkan tim dari Kupang untuk memimpin Poskorwil yang berpusat di Ende.
Keempat, Muhammadiyah membuka pos layanan warga di sembilan titik. Salah satunya berada di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur. Pos tersebut sebelumnya telah diinisiasi melalui kolaborasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), KKN Universitas Muhammadiyah Kupang, dan tim kesehatan Klinik Muhammadiyah Utama Ende.
Kelima, MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama MDMC Jawa Timur mengirimkan tim asistensi untuk mendukung enam Poskorda di enam PDM. Tim tersebut telah diberangkatkan pada 18 Agustus 2026.
Keenam, Muhammadiyah mengirimkan tim kesehatan dari sejumlah wilayah, termasuk Nusa Tenggara Barat melalui RS PKU Muhammadiyah Bima, serta dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Tim tersebut diperuntukkan bagi penguatan pelayanan di enam PDM terdampak.
Tim kesehatan RS PKU Muhammadiyah Bima menjadi salah satu tim awal yang tiba di lokasi, khususnya untuk memperkuat pelayanan di Manggarai Timur.
Ketujuh, bantuan logistik berupa rendang dan family kit dikirimkan PWM Jawa Timur melalui jalur laut pada 18 Agustus 2026.
Kedelapan, Muhammadiyah mengerahkan kendaraan untuk mendukung mobilitas relawan dan distribusi bantuan. Armada tersebut terdiri atas dua unit mobil Hilux dari MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Lazismu Pusat, dua unit mobil Hilux dari PWM Jawa Timur, serta satu unit mobil dapur umum dari Jawa Timur.
Kesembilan, Muhammadiyah menyiapkan relawan psikososial dari Universitas Muhammadiyah Kupang dan Universitas Muhammadiyah Maumere. Tim tersebut diproyeksikan membantu proses pemulihan psikososial masyarakat setelah bencana.
Tak Hanya Fokus pada Penanganan Medis
Rangkaian respons tersebut menunjukkan bahwa penanganan Muhammadiyah tidak hanya diarahkan pada pelayanan kesehatan. Respons juga mencakup koordinasi posko, pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi logistik, dukungan mobilitas, serta pemulihan psikososial.
Agus menegaskan, seluruh langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah, MDMC, serta jaringan Muhammadiyah di tingkat wilayah dan daerah.
Penguatan respons menjadi penting karena masyarakat di sejumlah wilayah Flores masih menghadapi dampak gempa dan kemungkinan gempa susulan. Karena itu, pelayanan kesehatan, logistik, serta dukungan bagi masyarakat terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Kehadiran EMT Internasional Muhammadiyah sekaligus memperkuat jejaring layanan kesehatan Muhammadiyah dalam respons bencana. Dengan dukungan rumah sakit lapangan dan tenaga medis, Muhammadiyah berupaya memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh pelayanan kesehatan di tengah situasi darurat.