Muhammadiyah Siapkan Senior Care di Bogor Hadapi Indonesia Menuju Masyarakat Menua

Muhammadiyah Siapkan Senior Care di Bogor Hadapi Indonesia Menuju Masyarakat Menua
MPKS PP Muhammadiyah menyiapkan program Muhammadiyah Senior Care (MSC) di kawasan Layangsari, Bogor Selatan, Kota Bogor, sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia. Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyiapkan program Muhammadiyah Senior Care (MSC) di kawasan Layangsari, Bogor Selatan, Kota Bogor, sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia.

Program tersebut diarahkan bukan sekadar menjadi layanan perawatan lansia, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan yang menjaga kemandirian, produktivitas, dan martabat warga lanjut usia.

Ketua MPKS PP Muhammadiyah Mariman Darto mengatakan pengembangan MSC merupakan bagian dari respons Muhammadiyah terhadap perubahan struktur demografi Indonesia.

“Pengembangan Muhammadiyah Senior Care ini menjadi tanggapan Muhammadiyah terhadap perubahan struktur demografi Indonesia tersebut, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia,” ujarnya.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan Indonesia telah memasuki fase ageing population. Proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai 11,97 persen. 

Angka tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap layanan sosial yang mampu menjawab tantangan masyarakat menua semakin penting. Dalam konteks itu, Muhammadiyah mulai menyiapkan kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) sebelum MSC dikembangkan secara resmi sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Siapkan Pusat Pelayanan Lansia di Bogor

Rencana pengembangan MSC dibahas setelah MPKS PP Muhammadiyah meninjau langsung lahan sekitar 1.500 meter persegi di Layangsari, Bogor Selatan. Lahan tersebut telah dilengkapi fasilitas vila dan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pusat pelayanan serta pemberdayaan lansia secara terpadu.

“Tempatnya sangat bagus dan cocok untuk kita dirikan Muhammadiyah Senior Care. Penguatan kelembagaan diperlukan agar pengelolaan pelayanan sosial memiliki dasar yang jelas,” ujar Mariman dalam keterangannya pada Sabtu (15/8).

Mariman menilai kesiapan lembaga menjadi salah satu fondasi utama agar pelayanan lansia dapat berjalan secara profesional dan berkelanjutan. Selain fasilitas, kualitas pendamping juga menjadi perhatian karena kebutuhan lansia memiliki karakteristik yang berbeda.

Menurutnya, pendamping lansia tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kesabaran, empati, dan kemampuan mendengarkan.

“Mengelola lansia itu tidak mudah, harus banyak mendengar. Karena usia lansia betul-betul membutuhkan pendengar yang baik atas gagasan dan ide mereka,” katanya.

Tidak Sekadar Tempat Perawatan

MSC nantinya diproyeksikan memiliki layanan yang lebih komprehensif, termasuk kemungkinan pengembangan daycare lansia serta berbagai program pelayanan dan pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok usia lanjut.

MPKS PP Muhammadiyah akan mendorong penyusunan rencana strategis secara bertahap, mulai dari program jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

Arah pengembangan tersebut sejalan dengan tantangan yang ditunjukkan data BPS. Publikasi Statistik Penduduk Lanjut Usia 2025 mencakup persoalan kesehatan, pendidikan, potensi ekonomi, kondisi sosial, serta akses lansia terhadap perlindungan dan pemberdayaan. 

Karena itu, Muhammadiyah Senior Care diarahkan tidak berhenti sebagai tempat pelayanan bagi lansia. Program ini diharapkan berkembang menjadi ruang yang memungkinkan warga lanjut usia tetap memiliki peran dalam keluarga, masyarakat, maupun kehidupan Persyarikatan.

Dengan pendekatan tersebut, MSC diharapkan menjadi salah satu bentuk respons Muhammadiyah terhadap perubahan demografi sekaligus menghadirkan layanan sosial yang menempatkan lansia sebagai kelompok yang tetap memiliki potensi, pengalaman, dan kontribusi bagi masyarakat.