Muhammadiyah dan Indosat Perkuat Kolaborasi Transformasi Digital

Muhammadiyah dan Indosat Perkuat Kolaborasi Transformasi Digital
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Director and Chief Business Officer PT Indosat Tbk, Muhammad Buldansyah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Indosat Tbk untuk memperkuat transformasi digital di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah di Aula Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rabu (19/8). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Indosat Tbk untuk memperkuat transformasi digital di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. Penandatanganan berlangsung di Aula Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rabu (19/8).

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem digital Muhammadiyah, termasuk pengembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurutnya, penandatanganan MoU merupakan tindak lanjut dari silaturahmi antara jajaran pimpinan Indosat dan PP Muhammadiyah.

“Kami berharap perkembangan digitalisasi yang dilakukan Muhammadiyah melalui beberapa instrumen akan bisa lebih mudah, cepat dan mengalami akselerasi setelah kerjasama dengan Indosat,” ujarnya.

Haedar mengatakan digitalisasi di lingkungan Muhammadiyah, termasuk pengembangan AI di PTMA dan AUM, telah berkembang secara masif. Karena itu, kolaborasi dengan perusahaan teknologi dinilai dapat memperluas dan memperkuat pengembangan tersebut.

“Maka dengan kerjasama ini, program-program tersebut diharap dapat mendapat perluasan dan sayap yang lebih kokoh dalam perkembangannya,” katanya.

Dorong Ekosistem Digital Muhammadiyah

Dari sisi Indosat, Director and Chief Business Officer PT Indosat Tbk, Muhammad Buldansyah mengatakan kerja sama tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi Muhammadiyah, Indosat, dan masyarakat Indonesia.

“Mudah-mudahan langkah ini diberkahi dan dapat membawa kebaikan bagi umat dan seluruh pihak. Baik bagi Indosat, Muhammadiyah maupun bangsa dan warga indonesia,” ujarnya.

Buldansyah menilai Muhammadiyah memiliki jaringan yang luas melalui berbagai organisasi, lembaga pendidikan, serta AUM yang tersebar di Indonesia dan sejumlah negara. Kondisi tersebut dinilai membuka ruang kolaborasi untuk membangun ekosistem digital yang lebih terintegrasi.

Menurut dia, kerja sama ini juga sejalan dengan visi Indosat untuk tidak hanya menyediakan konektivitas, tetapi turut mendorong pemberdayaan masyarakat melalui teknologi.

“Dulu Indosat hanya menghubungkan masyarakat dengan jaringan telekomunikasi. Sedangkan sekarang kami tentunya juga ingin mengarah kepada pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.

Dalam kerja sama tersebut, Indosat menyatakan komitmennya untuk menjadi mitra teknologi Muhammadiyah dalam pengembangan infrastruktur digital dan teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology/ICT).

“Hal ini termasuk dalam integrasi anggota, jaringan AUM dan seluruh institusi Muhammadiyah dalam satu ekosistem yang terhubung,” ujarnya.

Kolaborasi itu diharapkan dapat mendukung kebutuhan digital Muhammadiyah, mulai dari konektivitas hingga pengelolaan teknologi, keamanan digital, layanan cloud, aplikasi, serta data dan analitik.

Buldansyah optimistis pengalaman dan teknologi yang dikembangkan Indosat dapat memberikan manfaat bagi jaringan Muhammadiyah.

“Saya yakin, apa yang sudah kami terapkan di Indosat sendiri, akan bisa diterapkan juga di Muhammadiyah, dan memberikan dampak yang luar biasa yang bisa dirasakan seluruh jaringan Muhammadiyah,” pungkasnya.

Kerja sama ini menjadi bagian dari langkah Muhammadiyah memperkuat ekosistem digitalnya. Sebelumnya, Muhammadiyah juga telah mendorong integrasi identitas, data, dan layanan digital untuk menghubungkan berbagai unsur Persyarikatan dalam satu ekosistem.