SUMU Bawa 52 Pengusaha Indonesia Pelajari Ekosistem Bisnis Tiongkok di Yiwu
TVMU.TV - Sebanyak 52 pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Open Trip Bisnis Indonesia–Tiongkok yang digelar Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU). Rombongan tiba di Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, pada Jumat (14/8), untuk mempelajari secara langsung ekosistem perdagangan dan industri sekaligus menjajaki peluang bisnis lintas negara.
Kunjungan ke Yiwu menjadi bagian dari upaya SUMU memperluas akses pelaku usaha Indonesia terhadap informasi, teknologi, jaringan pemasok, dan model pengembangan bisnis yang berkembang di Tiongkok. Program ini juga diarahkan untuk membuka jejaring dengan pelaku usaha serta mitra potensial di negara tersebut.
Sekretaris SUMU, Ghufron Mustaqim, mengatakan perjalanan tersebut tidak sekadar dirancang sebagai kunjungan bisnis, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran strategis. Para peserta didorong untuk melihat langsung bagaimana ekosistem perdagangan dan industri dibangun serta bagaimana pelaku usaha dapat mengambil pelajaran yang relevan untuk diterapkan di Indonesia.
Menurut Ghufron, salah satu hal yang ingin dipelajari adalah perjalanan pembangunan ekonomi dan industri Tiongkok setelah Perang Dunia II serta kemampuannya menghadapi persaingan ekonomi global.
“Kami ingin meniru teknologi, kemajuan industri, dan cara berpikir yang membuat Tiongkok berkembang pesat. Kuncinya adalah keterbukaan dan kebersamaan—saling mengajak, bekerja sama, dan terbuka terhadap kemajuan, hingga akhirnya Tiongkok mampu melampaui kemajuan negara-negara maju lainnya,” ujarnya.
Digagas Sejak Januari 2026
Open Trip Bisnis Indonesia–Tiongkok telah digagas SUMU sejak Januari 2026. Gagasan tersebut pertama kali dibahas dalam pertemuan silaturahmi dan kopi darat (kopdar) SUMU di Yogyakarta.
Program kemudian dikembangkan menjadi perjalanan bisnis yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal secara langsung berbagai aspek yang mendukung perkembangan perdagangan dan industri Tiongkok.
Yiwu dipilih sebagai salah satu tujuan utama karena kota tersebut dikenal luas sebagai salah satu pusat perdagangan komoditas dan jaringan pemasok global. Ekosistem perdagangan Yiwu memungkinkan pelaku usaha bertemu dengan pemasok dari berbagai sektor dan mempelajari pola distribusi serta rantai pasok secara langsung.
Bagi peserta dari Indonesia, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana perdagangan berskala global berjalan dari dekat, bukan hanya melalui informasi digital atau perantara.
Dari Kunjungan Bisnis Menjadi Pembelajaran
Ghufron menekankan, hasil kunjungan diharapkan tidak berhenti pada pengalaman individual peserta. Berbagai temuan selama perjalanan diharapkan dapat diterjemahkan menjadi gagasan dan strategi baru yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha di Indonesia.
Sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain pemanfaatan teknologi, efisiensi produksi, jaringan perdagangan, pengembangan pemasok, serta integrasi rantai pasok.
Pendekatan tersebut penting bagi pelaku usaha Indonesia untuk memahami cara meningkatkan daya saing sekaligus membaca perubahan pola perdagangan global.
Dengan melihat praktik bisnis secara langsung, peserta juga dapat membandingkan kondisi yang ditemui di Tiongkok dengan tantangan yang dihadapi dunia usaha di Indonesia. Dari proses tersebut, peluang untuk melakukan adaptasi dan inovasi dapat diidentifikasi secara lebih konkret.
Menjajaki Peluang Bisnis Indonesia–Tiongkok
Selama berada di Yiwu, peserta diarahkan untuk mengidentifikasi peluang usaha yang dapat dikembangkan setelah kembali ke Indonesia. Peluang tersebut mencakup perdagangan ekspor-impor, pengembangan jaringan pemasok, kerja sama usaha, hingga pertukaran pengetahuan dan teknologi yang relevan.
SUMU berharap pertemuan dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan di Tiongkok dapat membuka jaringan baru bagi pengusaha Indonesia.
Jejaring tersebut dinilai penting karena persaingan dunia usaha saat ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga kemampuan mengakses teknologi, memperoleh bahan baku secara efisien, membangun rantai pasok, serta memasuki pasar yang lebih luas.
Pada akhirnya, Open Trip Bisnis Indonesia–Tiongkok diarahkan menjadi lebih dari sekadar perjalanan bisnis. Program ini menjadi ruang belajar bersama bagi pelaku usaha Muhammadiyah dan pengusaha Indonesia untuk membaca praktik kemajuan ekonomi Tiongkok, mengambil pelajaran yang relevan, kemudian mengadaptasinya sesuai konteks Indonesia.
Dengan pengalaman langsung di Yiwu, SUMU berharap lahir jejaring dan peluang kerja sama baru yang tidak hanya menguntungkan peserta, tetapi juga dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan dan daya saing dunia usaha Indonesia.