Milad ke-14, Gramasurya Perkuat Inovasi dan Kemandirian Bisnis Muhammadiyah

Milad ke-14, Gramasurya Perkuat Inovasi dan Kemandirian Bisnis Muhammadiyah
PT Gramasurya menjadikan Milad ke-14 sebagai momentum memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan mendorong kemandirian ekonomi Muhammadiyah di SM Tower Yogyakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - PT Gramasurya menjadikan Milad ke-14 sebagai momentum memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan mendorong kemandirian ekonomi Muhammadiyah. Perayaan milad digelar di SM Tower Yogyakarta, Jumat (14/8/2026).

Memasuki usia ke-14, Gramasurya merefleksikan perjalanan perusahaan yang berawal dari gagasan sederhana untuk menghadirkan perusahaan percetakan milik Suara Muhammadiyah. Kini, perusahaan tersebut berkembang menjadi salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang percetakan dengan skala bisnis dan omzet miliaran rupiah.

Milad tersebut dihadiri sejumlah pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, di antaranya Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, Syamsul Anwar, Agung Danarto, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah, Ketua PP ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini, Bendahara Umum PP Muhammadiyah periode 2010–2015 Prof. Zamroni, Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PP Muhammadiyah Didik Suhardi, serta Ketua Majelis Pembinaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah M. Nurul Yamin.

Direktur Utama PT Gramasurya, Iwan Setiawan mengatakan perjalanan selama 14 tahun tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk para tokoh Muhammadiyah yang terlibat sejak gagasan pendirian perusahaan.

Menurut Iwan, dukungan tersebut menjadi bagian penting yang membantu Gramasurya bertahan dan berkembang hingga saat ini. Ia juga menilai perjalanan perusahaan menunjukkan bahwa sebuah gagasan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi ketika dibangun melalui kerja bersama.

“Saya tidak tahu, Muhammadiyah selalu diberi sesuatu yang pas oleh Allah. Saya rasa semua memang pas pada situasi yang ada,” ungkap Iwan.

Berawal dari Pertanyaan tentang Percetakan

Iwan kemudian mengungkap kembali gagasan yang menjadi titik awal berdirinya Gramasurya. Saat itu, muncul pertanyaan sederhana mengenai kemungkinan Suara Muhammadiyah memiliki perusahaan percetakan sendiri.

“Apakah Suara Muhammadiyah dapat memiliki perusahaan percetakan sendiri?”

Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi pendirian Gramasurya. Perusahaan yang bergerak di bidang percetakan itu selanjutnya menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah membangun kekuatan ekonomi sekaligus memenuhi kebutuhan internal Persyarikatan.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan usaha tidak hanya dapat menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperluas manfaat bagi organisasi dan masyarakat.

Gramasurya Didorong Jadi Problem Solver

Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Komisaris Utama PT Gramasurya, Agung Danarto, menegaskan bahwa pengembangan Gramasurya tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar pertumbuhan bisnis.

Menurut Agung, perusahaan harus mampu menjadi problem solver bagi kebutuhan Persyarikatan sekaligus berkontribusi terhadap penguatan kemandirian Muhammadiyah.

Prinsip tersebut, kata dia, perlu diterapkan dalam pengembangan bisnis percetakan, termasuk dalam memenuhi kebutuhan perguruan tinggi, sekolah, dan berbagai amal usaha Muhammadiyah lainnya.

“Di Muhammadiyah itu kalau sudah internalnya kuat, memiliki tradisi, kebiasaan untuk berprestasi dan bekerja, itu biasanya akan terus berkembang melebarkan sayapnya bukan hanya di dalam, tapi juga keluar,” jelas Agung.

Karena itu, Gramasurya didorong untuk terus berinovasi agar mampu mengikuti perubahan kebutuhan konsumen sekaligus menghadapi persaingan industri percetakan yang semakin dinamis.

Penguatan inovasi menjadi penting karena bisnis percetakan juga terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi digital. Perusahaan dituntut tidak hanya mengandalkan layanan percetakan konvensional, tetapi juga mampu membaca kebutuhan pasar dan mengembangkan layanan yang relevan.

Menuju Bisnis yang Semakin Mandiri

Selama 14 tahun, Gramasurya berkembang dari gagasan mengenai perusahaan percetakan menjadi AUM dengan skala bisnis dan omzet miliaran rupiah. Capaian tersebut menjadi modal untuk memperluas kontribusi perusahaan terhadap Persyarikatan.

Memasuki tahun ke-14, Gramasurya menempatkan penguatan inovasi, peningkatan kualitas layanan, dan pengembangan bisnis sebagai bagian dari agenda ke depan.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan bisnis Gramasurya, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi Muhammadiyah. Dengan demikian, perusahaan dapat terus memberikan nilai tambah bagi Persyarikatan sekaligus berkembang sebagai entitas bisnis yang adaptif terhadap perubahan zaman.