Muhammadiyah Perluas Donasi Gempa Flores Lewat Aplikasi MASA

Muhammadiyah Perluas Donasi Gempa Flores Lewat Aplikasi MASA
Muhammadiyah memperluas akses masyarakat untuk membantu penyintas gempa bumi di Flores, NTT, melalui kanal donasi digital pada aplikasi MASA. Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Muhammadiyah memperluas akses masyarakat untuk membantu penyintas gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui kanal donasi digital pada aplikasi MASA.

Dalam skema tersebut, MASA menjadi sarana penghimpunan dan pembayaran donasi, sementara Lazismu bertanggung jawab mengelola serta menyalurkan dana melalui jaringan kemanusiaan Muhammadiyah, termasuk Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) berdampak pada sejumlah kabupaten di NTT. Berdasarkan pemutakhiran BNPB hingga Minggu (23/8), jumlah warga yang mengungsi mencapai 161.084 jiwa, sementara korban meninggal dunia tercatat 91 orang. Pada Senin (24/8), BNPB kembali memperbarui data korban meninggal menjadi 100 orang. 

Gempa tersebut juga masih diikuti aktivitas gempa susulan. BMKG mencatat hingga 24 Agustus 2026 pukul 04.30 WIB terdapat 6.397 aktivitas gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2. 

Di tengah situasi tersebut, Muhammadiyah membuka kanal tambahan agar masyarakat dapat menyalurkan bantuan tanpa harus datang langsung ke lokasi penggalangan dana.

Perluasan donasi digital ini menjadi bagian dari respons Muhammadiyah setelah Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerbitkan Edaran Nomor 18/EDR/I.0/H/2026 tentang Penghimpunan Infak Salat Jumat untuk Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana Gempa Bumi di Flores, NTT.

Edaran tersebut menginstruksikan jajaran Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta takmir masjid di bawah Persyarikatan untuk menghimpun infak Salat Jumat pada Jumat (21/8) secara terkoordinasi melalui LAZIS dan Lembaga Resiliensi Bencana (LRB). 

Direktur Utama Lazismu Pusat, Barry Adhitya, mengatakan kanal digital tersebut disiapkan untuk memudahkan masyarakat menyalurkan bantuan sekaligus memastikan dana yang terkumpul dapat dikelola secara bertanggung jawab.

“Setiap donasi yang masuk adalah amanah. Kami memastikan dana yang terkumpul dikelola secara transparan dan disalurkan secara tepat sasaran melalui jaringan kemanusiaan Muhammadiyah kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Senin (24/8). 

MASA Jadi Kanal Donasi Digital

Direktur Utama LabMu, Asad Fatchul’ilmi, menilai teknologi dapat berperan penting dalam mempercepat partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan, terutama ketika bencana membutuhkan respons cepat.

“Dalam situasi bencana, teknologi seharusnya membuat orang lebih mudah membantu, bukan menambah hambatan,” ujarnya. 

Untuk memastikan layanan tetap berjalan selama masa tanggap darurat, LabMu melakukan pemantauan dan persiapan sistem. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas layanan sekaligus mengantisipasi peningkatan transaksi donasi.

Melalui fitur Donasi di aplikasi MASA, masyarakat dapat memilih program kemanusiaan untuk korban gempa NTT, menentukan nominal bantuan, kemudian menyelesaikan pembayaran menggunakan metode digital yang tersedia.

Skema tersebut menempatkan MASA sebagai kanal teknologi, bukan pengelola dana. Dana yang terkumpul dikelola dan dipertanggungjawabkan oleh Lazismu untuk selanjutnya disalurkan melalui jaringan kemanusiaan Muhammadiyah, termasuk MDMC.

Kolaborasi ini memperluas pola respons Muhammadiyah yang tidak hanya mengandalkan penggalangan dana secara konvensional. Sebelumnya, Muhammadiyah juga menggerakkan infak Salat Jumat secara serentak sebagai bagian dari semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR). 

Lazismu juga akan memberikan pembaruan mengenai penghimpunan dan penyaluran dana sebagai bagian dari akuntabilitas kepada publik. Pelaporan tersebut sejalan dengan edaran PP Muhammadiyah yang meminta setiap tingkatan melaporkan hasil penggalangan dana kepada pimpinan Muhammadiyah di tingkat atasnya. 

Dengan menggabungkan teknologi, filantropi, dan jaringan kemanusiaan, Muhammadiyah berharap semakin banyak masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu penyintas gempa Flores. Bantuan yang terkumpul selanjutnya diarahkan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.