Muhammadiyah dan Malaysia Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Kemanusiaan

Muhammadiyah dan Malaysia Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Kemanusiaan
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir Muhammadiyah menerima kunjungan dari Menteri di Jabatan Perdana Menteri (JPM) bidang Hal Ehwal Agama Malaysia, Zulkifli bin Hasan di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Sabtu (22/8). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Hubungan Muhammadiyah dan Malaysia kembali diperkuat melalui pertemuan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dengan Menteri di Jabatan Perdana Menteri (JPM) bidang Hal Ehwal Agama Malaysia, Senator Dr. Zulkifli bin Hasan, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah peluang kerja sama, mulai dari hubungan Indonesia-Malaysia, dinamika keagamaan generasi Z, gerakan kemanusiaan, hingga pendidikan. Salah satu tindak lanjut yang disiapkan adalah kerja sama pendidikan antara Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) dan Universiti Antarabangsa MAIWP (UniMAIWP) Malaysia.

Jabatan Perdana Menteri Malaysia secara resmi mencatat Zulkifli bin Hasan sebagai Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama). 

Pertemuan tersebut diterima langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersama Bendahara Umum Hilman Latief, Sekretaris M. Izzul Muslimin, Ketua Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) Imam Addaruqutni, serta Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah M. Ziyad.

Haedar menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kedekatan Indonesia dan Malaysia tidak hanya dibangun atas hubungan sebagai negara serumpun, tetapi juga memiliki ikatan sejarah, budaya, dan keislaman.

“Kami juga tadi berbincang sambil santai tentang kesamaan yang lekat erat antara Muhammadiyah, Indonesia dengan Malaysia. Sebangsa serumpun, tetapi juga diikat oleh iman, keislaman yang sama-sama kokoh,” kata Haedar.

Ia menilai kesamaan tersebut menjadi modal penting untuk membangun kerja sama jangka panjang antara Muhammadiyah dan berbagai pihak di Malaysia.

Karena itu, PP Muhammadiyah berencana membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti hasil pertemuan. Muhammadiyah juga menyiapkan agenda kunjungan balasan ke Malaysia guna memperluas pembahasan kerja sama.

Bahas Kemanusiaan hingga Pendidikan

Zulkifli menyampaikan apresiasi atas sambutan PP Muhammadiyah. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara Muhammadiyah dan Malaysia.

“Alhamdulillah, kita melihat potensi kolaborasi, kerjasama, dan juga bagaimana untuk kita memperkukuhkan lagi hubungan Muhammadiyah dan juga Malaysia. Hubungan di antara, insya-Allah, hubungan yang lebih baik ke arah memperkukuhkan lagi silaturahmi, silatul fikri, dan juga silatul fi’li. Yang bagaimana kita boleh melakukan kerja-kerja untuk kebaikan dan untuk kerja-kerja untuk kemanusiaan,” ungkapnya.

Zulkifli juga berharap Muhammadiyah terus memperluas kontribusinya dalam bidang kemanusiaan secara inklusif. Ia mengapresiasi kiprah Muhammadiyah yang dinilai konsisten menghadirkan gerakan kemanusiaan di berbagai situasi.

Pembahasan kemanusiaan menjadi salah satu bagian penting dalam pertemuan tersebut. Kedua pihak melihat terdapat ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain kemanusiaan, pendidikan menjadi agenda yang akan segera ditindaklanjuti. Dalam waktu dekat, kerja sama direncanakan melibatkan UniMAIWP dan PTMA.

UniMAIWP sendiri sebelumnya dikenal sebagai University College MAIWP International (UCMI) dan memperoleh status universitas penuh pada Desember 2025. Situs resmi universitas tersebut menyebut seluruh programnya terakreditasi Malaysian Qualifications Agency (MQA) dan berlisensi Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia. 

Dari Silaturahmi Menuju Kolaborasi

Pertemuan Muhammadiyah dan pemerintah Malaysia tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua pihak tidak berhenti pada silaturahmi. Pendidikan, kemanusiaan, dan penguatan kehidupan keagamaan menjadi ruang yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama konkret.

Bagi Muhammadiyah, hubungan dengan Malaysia juga memiliki dimensi strategis karena keduanya memiliki kedekatan sosial dan keagamaan yang kuat. Sementara bagi Malaysia, jejaring Muhammadiyah melalui organisasi, perguruan tinggi, layanan kesehatan, dan berbagai amal usaha membuka peluang kolaborasi lintas sektor.

Langkah berikutnya akan diarahkan pada pembentukan tim tindak lanjut serta komunikasi antarlembaga. Kerja sama pendidikan antara UniMAIWP dan PTMA menjadi salah satu agenda yang diharapkan dapat segera direalisasikan.

Dengan demikian, kunjungan Zulkifli ke PP Muhammadiyah bukan sekadar pertemuan antartokoh, tetapi menjadi pintu masuk untuk memperkuat silaturahmi, pertukaran gagasan, serta kerja sama Indonesia-Malaysia melalui jalur masyarakat sipil dan pendidikan.