Muktamar Muhammadiyah Ajang Strategis Rumuskan Arah Gerakan

Muktamar Muhammadiyah Ajang Strategis Rumuskan Arah Gerakan
Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad dalam program Ruang Publik bertajuk 'Menuju Muktamar ke-49 Muhammadiyah 'Aisyiyah' yang disiarkan di tvMu dan YouTube tvMu Channel, Sabtu (6/9).

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad menegaskan bahwa Muktamar, bukan hanya sebatas pemilihan Ketua PP Muhammadiyah.

Hal itu disampaikan Dadang Kahmad dalam program Ruang Publik bertajuk 'yang disiarkan di tvMu dan YouTube tvMu Channel, Sabtu (6/9).

Lebih lanjut, Dadang menjelaskan, Muktamar merupakan agenda rutin lima tahunan yang diadakan oleh PP Muhammadiyah. Pada Muktamar ke-49 Muhammadiyah kali ini, PP Muhammadiyah menetapkan Sumatera Utara (Sumut) sebagai tuan rumah.

Meski publik mengetahui bahwa muktamar merupakan agenda pemilihan Ketua PP Muhammadiyah, namun menurutnya tidak hanya itu, melainkan juga ada agenda pembahasan tentang isu keumatan, kebangsaan, dan keumatan.

“Juga menyusun program-program yang akan dilaksanakan pada lima tahun yang akan datang, termasuk juga isu-isu strategis yang sedang berkembang pada masyarakat,” ungkap Dadang Kahmad.

Pada Muktamar ke-49, Dadang mengungkapkan PP Muhammadiyah belum menentukan tema. Menurutnya, PP Muhammadiyah biasanya menentukan tema setahun sebelumnya muktamar.

Guru Besar Bidang Ilmu Sosiologi Agama ini menjelaskan, muktamar Muhammadiyah ini menyedot perhatian banyak pihak, terlebih para peneliti dan pemerhati pergerakan dunia Islam, sebab muktamar Muhammadiyah dianggap unik.

“Contoh keunikan tersendiri itu kita tidak pernah ribut-ribut dalam muktamar itu, selalu damai, nyaman, tenang, dan setelah selesai kita tidak ada yang protes,” tuturnya.

Dadang mengatakan, muktamar yang damai, nyaman, dan menggembirakan ini dihasilkan dari proses permusyawaratan berjenjang. Di mana sebelum muktamar, akan ada sidang Tanwir yang telah dilaksanakan sebelum dan melekat dengan muktamar.

Dia menambahkan, adanya tanwir merupakan medium permusyawaratan untuk menjembatani pembahasan-pembahasan dalam isu yang besar dan rumit, sebab biasanya membutuhkan waktu yang panjang untuk merumuskan hasilnya.

Dengan langkah itu, Dadang berharap gelaran muktamar tidak memakan waktu lama dan menyita banyak energi para muktamirin.