Nasyiatul Aisyiyah-UNFPA Edukasi 1.300 Siswa Muhammadiyah tentang Kesehatan Reproduksi

Nasyiatul Aisyiyah-UNFPA Edukasi 1.300 Siswa Muhammadiyah tentang Kesehatan Reproduksi
Ketua Umum PPNA, Ariati Dina Puspitasari/ Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah (PPNA) bersama UNFPA menyelenggarakan Diseminasi Praktik Baik Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Berperspektif Islam pada Kamis (4/12).

Acara ini menjadi puncak dari program pengembangan suplemen modul yang dirancang khusus untuk membimbing remaja di tengah arus informasi dan perubahan sosial yang kompleks.

Ketua Umum PPNA, Ariati Dina Puspitasari, menegaskan bahwa program ini adalah ikhtiar untuk membentuk generasi muda yang utuh.

“Kita hidup di zaman remaja mengalami perubahan yang luar biasa, mulai dari perubahan fisik, tekanan sosial, atau paparan informasi di media sosial yang begitu banyak sehingga tidak mudah diverifikasi,” ujarnya.

Menurut dia, remaja membutuhkan pegangan yang kuat, tidak hanya dalam hal kesehatan medis, tetapi juga bimbingan agama yang membantu mereka memahami proses kedewasaan dan tanggung jawab sebagai seorang hamba Allah.

Ariati juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan berbagai pihak, termasuk lintas kementerian, sekolah, serta majelis dan lembaga di lingkungan Muhammadiyah.

Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, yang hadir dalam acara tersebut, menyebut isu kesehatan reproduksi sebagai hal yang penting dan sensitif bagi remaja.

Ia mengapresiasi inisiatif PPNA-UNFPA dan menekankan tiga hal kunci: pentingnya pendekatan penguatan karakter yang komprehensif, penerapan modul melalui kegiatan seperti keputrian, serta penguatan peran guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai pendamping terdekat siswa.

Program pengembangan modul ini diawali dengan serangkaian Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan guru, tenaga kesehatan, remaja, serta perwakilan majelis di Muhammadiyah.

Hingga saat ini, program telah berhasil menjangkau 44 SMP dan pondok pesantren Muhammadiyah, melatih 44 guru, dan memberikan edukasi kepada 1.300 siswa.

Ariati Dina berharap modul ini tidak hanya menjadi bahan bacaan, tetapi benar-benar hidup di ruang kelas.

“Modul ini tidak hanya bicara, tapi juga berlatih, bermain, dan mengalami. Maka dari itu, modul KRR berperspektif Islam harus selalu hidup di kelas-kelas,” pesannya menutup sambutan.