Pembekalan PKKMB UMJ 2026, Mendes PDT Yandri Susanto Minta Mahasiswa Baru Tak Minder Asal-usul Desa

Pembekalan PKKMB UMJ 2026, Mendes PDT Yandri Susanto Minta Mahasiswa Baru Tak Minder Asal-usul Desa
Mendes PDT, Yandri Susanto saat memberikan kuliah umum dalam rangkaian PKKMB UMJ 2026 di Kampus Cirendeu, Senin (21/9). Foto: UMJ.

TVMU.TV - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, meminta ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) untuk membuang jauh rasa rendah diri terkait latar belakang keluarga maupun daerah asal-usul tempat kelahiran.

Pesan motivatif tersebut disampaikan Yandri saat memberikan kuliah umum dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMJ 2026 di Kampus Cirendeu, pada Senin, 21 September 2026.

Yandri menegaskan bahwa lahir dan tumbuh di wilayah pelosok atau perdesaan bukan merupakan penghalang bagi seseorang untuk meraih puncak cita-cita, termasuk di kancah kepemimpinan nasional.

“Jangan pernah menyesal dilahirkan di mana pun. Jangan minder dengan pekerjaan orang tua. Hak untuk sukses itu sama,” tegas Yandri di hadapan ribuan mahasiswa baru UMJ.

Guna meyakinkan para peserta, Mendes PDT membagikan perjalanan personalnya yang dibesarkan dari latar belakang keluarga desa yang sederhana. Pengalaman pahit manis kehidupan kampung, menurutnya, justru membentuk mentalitas tangguh hingga mengantarkannya dipercaya mengemban jabatan menteri di Kabinet Merah Putih.

Oleh karena itu, Yandri menantang para mahasiswa baru agar tidak sekadar berfokus pada keunggulan akademik, tetapi juga aktif mengasah kecerdasan sosial (soft skills) melalui organisasi kemahasiswaan dan pengabdian masyarakat.

Ia menilai mahasiswa Muhammadiyah harus mengambil peran proaktif dalam membaca serta mengoptimalkan berbagai potensi sumber daya desa guna menggerakkan roda ekonomi lokal.

Melalui pembekalan PKKMB UMJ 2026 ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadikan keberagaman latar belakang daerah sebagai kekuatan modal sosial untuk berkontribusi nyata bagi bangsa tanpa dibatasi stigma asal-usul keluarga.