Pemerintah Mesir Tambah 10 Kuota Beasiswa Al-Azhar untuk Kader Muhammadiyah

Pemerintah Mesir Tambah 10 Kuota Beasiswa Al-Azhar untuk Kader Muhammadiyah
Ilustrasi/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memperoleh tambahan 10 kuota Beasiswa S1 Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, sehingga total kuota yang tersedia bagi kader Muhammadiyah mulai tahun akademik 2026 meningkat dari 20 menjadi 30 mahasiswa setiap tahun.

Penambahan kuota tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Indonesia, H.E. Yasser Elshemy, kepada Tim Beasiswa Luar Negeri Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Rabu (3/6/2026).

Tambahan kuota ini menjadi penguatan kerja sama pendidikan antara Muhammadiyah, Universitas Al-Azhar, dan Pemerintah Republik Arab Mesir yang selama beberapa tahun terakhir terus berkembang. Dengan peningkatan kuota tersebut, lebih banyak kader Muhammadiyah berkesempatan menempuh pendidikan di salah satu pusat studi Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia.

Untuk penerimaan tahun akademik 2026, tambahan 10 kuota akan diberikan kepada tujuh peserta cadangan yang telah ditetapkan dalam hasil seleksi sebelumnya. Sementara tiga kuota lainnya akan dialokasikan kepada peserta berikutnya berdasarkan urutan peringkat hasil wawancara setelah daftar peserta cadangan.

PP Muhammadiyah menyambut positif keputusan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Arab Mesir atas dukungan yang terus diberikan dalam pengembangan sumber daya manusia Muhammadiyah melalui jalur pendidikan tinggi internasional.

Penambahan kuota ini dinilai sebagai bentuk kepercayaan yang semakin kuat terhadap Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi ulama intelektual yang memiliki kompetensi keislaman, wawasan global, serta komitmen terhadap dakwah dan kemajuan umat.

Program Beasiswa S1 Universitas Al-Azhar Kairo jalur PP Muhammadiyah merupakan bagian dari kerja sama strategis yang terjalin antara Muhammadiyah dan Al-Azhar Asy-Syarif. Program ini juga menjadi tindak lanjut dari penguatan hubungan kelembagaan yang semakin intensif antara kedua institusi dalam beberapa tahun terakhir.

Melalui tambahan kuota tersebut, Muhammadiyah berharap semakin banyak kader terbaik Persyarikatan yang dapat mengakses pendidikan di Al-Azhar Kairo dan kelak berkontribusi dalam pengembangan keilmuan Islam, dakwah, pendidikan, serta pembangunan bangsa.

Selain memperluas akses pendidikan internasional, program ini juga menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dalam menyiapkan kader ulama yang menguasai khazanah keilmuan Islam klasik (turats), memiliki kemampuan menjawab tantangan zaman, serta mampu berperan aktif dalam kehidupan keumatan dan kebangsaan di era global.

Dengan peningkatan kuota hingga 30 mahasiswa per tahun, jalur beasiswa Al-Azhar Muhammadiyah menjadi salah satu program kaderisasi internasional terbesar yang dimiliki Persyarikatan untuk mencetak generasi pemimpin umat yang berintegritas, berwawasan luas, dan berdaya saing global.