CRM Award VII Diluncurkan, Muhammadiyah Siapkan Gombong Jadi Pusat Inspirasi Cabang dan Ranting Terbaik Nasional

CRM Award VII Diluncurkan, Muhammadiyah Siapkan Gombong Jadi Pusat Inspirasi Cabang dan Ranting Terbaik Nasional
LPCRM PP Muhammadiyah resmi meluncurkan Cabang Ranting Muhammadiyah (CRM) Award VII di Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo), Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Ahad (19/7). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi meluncurkan Cabang Ranting Muhammadiyah (CRM) Award VII di Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo), Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Ahad (19/7).

Ajang nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21–24 Januari 2027 dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong sebagai tuan rumah.

Peluncuran ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Rais bersama Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah Jamaluddin Ahmad, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Tafsir, Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen Joko Purnomo, Ketua PCM Gombong Mohammad Yahya Fuad, dan Rektor Unimugo Sofyan Anif.

Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Rais mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan CRM Award yang kini memasuki penyelenggaraan ketujuh. Menurutnya, ajang tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat cabang dan ranting sebagai fondasi gerakan Muhammadiyah.

Ia juga menilai terpilihnya PCM Gombong sebagai tuan rumah merupakan hasil dari prestasi yang berhasil diraih pada penyelenggaraan CRM Award VI di Banjarmasin.

Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah Jamaluddin Ahmad mengatakan, PCM Gombong layak menjadi tuan rumah karena memiliki rekam jejak yang kuat dalam pembinaan organisasi. Selama beberapa kali penyelenggaraan CRM Award, PCM Gombong selalu masuk tiga besar nasional sebelum akhirnya meraih predikat best of the best pada CRM Award VI.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya ditopang oleh banyaknya amal usaha yang dimiliki, seperti rumah sakit, universitas, dan jaringan minimarket, tetapi juga karena keberhasilan PCM Gombong membangun kaderisasi serta menghidupkan cabang dan ranting di luar wilayah Kecamatan Gombong.

“Kami harapkan 40 persen dari pengurus LPCRPM adalah pemuda yang usianya di bawah 40 tahun. Ini untuk meremajakan kepemimpinan di Muhammadiyah,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir optimistis CRM Award VII akan berlangsung sukses. Ia menilai sinergi yang terjalin antara Muhammadiyah dan Pemerintah Kabupaten Kebumen menjadi modal penting dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh penyelenggaraan CRM Award VII pada 2027. Menurutnya, penguatan cabang, ranting, dan masjid merupakan fondasi utama yang membuat Muhammadiyah mampu menghadirkan gerakan sosial yang berkelanjutan.

“Saya memandang kegiatan ini untuk saling menguatkan dan menginspirasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo) Sofyan Anif menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan CRM Award VII. Ia berharap agenda tersebut semakin memperkuat peran kampus sebagai bagian dari pengembangan Persyarikatan.

Sofyan juga mengungkapkan bahwa Unimugo tengah berupaya meraih akreditasi institusi unggul serta mempersiapkan pembukaan Fakultas Kedokteran dan program pascasarjana.

Ketua PCM Gombong Mohammad Yahya Fuad berharap penyelenggaraan CRM Award VII tidak hanya menjadi kebanggaan warga Muhammadiyah Gombong, tetapi juga seluruh masyarakat Muhammadiyah di Kabupaten Kebumen.

“Semoga dengan adanya kick off yang ada ini, kita akan menguatkan sarana dan prasarana untuk mendukung CRM Award yang ke tujuh,” katanya.

CRM Award merupakan agenda nasional LPCRPM PP Muhammadiyah yang diselenggarakan secara berkala sebagai ajang apresiasi sekaligus pembinaan bagi cabang dan ranting Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah berupaya mendorong lahirnya praktik-praktik terbaik dalam penguatan organisasi, kaderisasi, pelayanan umat, serta pemberdayaan masyarakat dari tingkat akar rumput.