PPIH Siapkan 6.000 Bus Modern untuk Layani Jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci
TVMU.TV - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi meningkatkan layanan transportasi bagi jemaah haji Indonesia dengan menyiapkan sekitar 6.000 armada bus modern untuk musim haji 1447 H/2026 M. Armada ini dirancang untuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi selama mobilitas jemaah di Tanah Suci.
Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Madinah, Achmad Muslichuddin Tamdjiz, menyatakan layanan transportasi telah dipersiapkan secara matang untuk mendukung kelancaran perjalanan jemaah.
“Layanan AKAP antar kota perhajian ini kami siapkan matang. Kami juga menyediakan air minum selama perjalanan serta pelayanan penjemputan dan ziarah,” ujarnya di Madinah, Sabtu (25/4).
Berdasarkan pantauan di Pool Bus Hijrah, Madinah, ribuan bus tampak berjejer rapi dengan kondisi baru dan bersih. Seluruh armada yang digunakan wajib berusia di bawah lima tahun, bahkan sebagian merupakan unit baru guna menjamin kelayakan operasional.
Setiap bus dilengkapi fasilitas pendukung seperti toilet, colokan USB dan tipe C di setiap kursi, serta kapasitas penumpang yang dibatasi. Meski bus tipe coach mampu menampung hingga 50 orang, PPIH membatasi maksimal 42 jemaah per armada untuk memberikan ruang lebih nyaman selama perjalanan.
Armada ini akan melayani enam rute utama, mulai dari penjemputan di bandara, perjalanan antarkota suci seperti Madinah–Makkah, hingga kepulangan jemaah ke Tanah Air. PPIH bekerja sama dengan 15 perusahaan transportasi, mayoritas menggunakan bus besar berkapasitas 45 hingga 51 kursi.
Salah satu penyedia layanan, Rawahel Al Mashaer Co., telah menyiapkan ratusan unit bus. Direktur Operasional Cabang Madinah perusahaan tersebut, Hilal Husein Attijani, menyatakan kesiapan pihaknya dalam melayani jemaah Indonesia.
“Kami siap melayani dengan baik. Jemaah Indonesia dikenal tertib dan rapi, sehingga proses pemberangkatan selalu lancar,” ujarnya.
Selain kesiapan armada, sistem operasional juga diperkuat dengan koordinasi intensif antara PPIH dan pihak bandara. Jarak tempuh dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz ke hotel di Madinah yang relatif dekat, sekitar satu jam, turut mempermudah pengaturan mobilitas jemaah.
PPIH juga mengantisipasi potensi kendala di lapangan, termasuk kemungkinan jemaah tertinggal rombongan. Dalam kondisi tersebut, petugas menyiapkan kendaraan operasional seperti minibus untuk memastikan jemaah tetap dapat bergabung kembali dengan kelompoknya.
Dengan peningkatan layanan transportasi ini, pemerintah berharap jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman, nyaman, dan khusyuk sepanjang rangkaian kegiatan di Tanah Suci.