Pulihkan Sekolah dan Masjid, BPKH dan Lazismu Salurkan Bantuan Pascabencana di Tapanuli

Pulihkan Sekolah dan Masjid, BPKH dan Lazismu Salurkan Bantuan Pascabencana di Tapanuli
BPKH menjalin kolaborasi strategis dengan Lazismu dalam program tanggap dan pemulihan bencana di wilayah Sumatera Utara, khususnya di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjalin kolaborasi strategis dengan Lazismu dalam program tanggap dan pemulihan bencana di wilayah Sumatera Utara, khususnya di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Sinergi ini bertujuan mempercepat pemulihan fungsi pendidikan dan sosial-keagamaan masyarakat terdampak.

Direktur Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Ardi Luthfi Kautsar, menekankan komitmen Lazismu untuk terlibat aktif mulai dari tahap asesmen hingga rehabilitasi. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas lembaga.

“Melalui sinergi BPKH dan LAZISMU ini, proses penanganan pasca-bencana di Sumatera Utara dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terdampak,” jelas Ardi pada Jum’at (2/1).

Bantuan dari kolaborasi ini akan difokuskan pada renovasi dan pemenuhan sarana prasarana untuk satu sekolah dan satu masjid di masing-masing wilayah terdampak.

“Bantuan ini difokuskan pada renovasi serta pemenuhan sarana dan prasarana satu sekolah dan satu masjid di masing-masing wilayah, sebagai bagian dari upaya pemulihan fungsi pendidikan, sosial, dan spiritual masyarakat terdampak,” beber Ardi.

Lazismu memastikan bahwa seluruh proses pendistribusian dan pendayagunaan bantuan dilakukan secara tepat sasaran, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan. Kerja sama ini merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Pada kesempatan lain, Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU) untuk membantu masyarakat bangkit pascabencana. Bantuan yang direncanakan meliputi perlengkapan masjid, sarana ibadah, serta fasilitas pendukung belajar.

“Kami ingin hadir di tengah mereka untuk membantu mereka bangkit lebih kuat melalui program kemaslahatan. Proses ini dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek urgensi, kelayakan, dan kebermanfaatan jangka panjang,” pungkas Sulistyowati.

Dengan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan, sinergi BPKH dan Lazismu diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam memulihkan kehidupan sosial, pendidikan, dan spiritual masyarakat di wilayah terdampak bencana.