Rehabilitasi Hutan di Pujon Hill Hasilkan Mata Air Baru untuk Masyarakat
TVMU.TV - Upaya konservasi lingkungan yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui kawasan Pujon Hill membuahkan hasil positif. Pengelolaan kawasan hutan pendidikan secara berkelanjutan berhasil memunculkan sumber mata air baru sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan sebagai daerah tangkapan air bagi masyarakat sekitar.
Staf Ahli Pujon Hill, Tatag Muttaqin, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari berbagai program rehabilitasi lahan dan pelestarian hutan yang dilakukan secara konsisten selama beberapa tahun terakhir.
“Berbagai program rehabilitasi lahan, revegetasi, serta penanaman tanaman tahunan dilakukan untuk mengembalikan fungsi hutan dan menjaga keberlanjutan sumber daya air,” ujar Tatag dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (20/6/2026).
Pujon Hill yang berstatus Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) selama ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai laboratorium pendidikan dan penelitian, tetapi juga dikembangkan sebagai model pengelolaan hutan berbasis konservasi yang melibatkan masyarakat sekitar.
Melalui pengelolaan terpadu tersebut, kemampuan tanah dalam menyerap dan menyimpan air hujan meningkat. Kondisi ini kemudian mendorong munculnya sumber mata air baru yang memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan air masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di kawasan Pujon, Kabupaten Malang.
Dukung Ketahanan Air dan Pelestarian Ekosistem
Keberhasilan konservasi di Pujon Hill sejalan dengan komitmen UMM dalam mendukung pelestarian ekosistem air dan pembangunan berkelanjutan. Berbagai inovasi yang dikembangkan kampus tersebut sebelumnya juga memperoleh pengakuan internasional.
UMM diketahui menjadi salah satu mitra strategis UNESCO dalam program keberlanjutan ekosistem air. Pengakuan tersebut diberikan atas kontribusi kampus dalam pengelolaan daerah resapan air, konservasi lingkungan, serta pengembangan teknologi yang mendukung keberlanjutan sumber daya air.
Munculnya sumber mata air baru di kawasan hutan pendidikan tersebut menjadi indikator penting bahwa pemulihan ekosistem mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan maupun kehidupan masyarakat.
Libatkan Masyarakat Lewat Kelompok Tani Hutan
Selain berfokus pada pelestarian lingkungan, UMM juga mengembangkan aspek pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH). Melalui skema ini, warga sekitar dilibatkan dalam pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara konservasi hutan, pemanfaatan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Menurut Tatag, model pengelolaan yang diterapkan di Pujon Hill menunjukkan bahwa pelestarian alam tidak harus bertentangan dengan kepentingan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Model pengelolaan yang dikembangkan UMM menunjukkan bahwa pelestarian alam dapat berjalan beriringan dengan pendidikan, penelitian, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.
Keberhasilan Pujon Hill menghadirkan sumber mata air baru menjadi bukti bahwa konservasi yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan masyarakat dapat menghasilkan manfaat jangka panjang, baik bagi kelestarian lingkungan maupun ketahanan sumber daya air di masa depan.