Social Gathering ETP UMS Jadi Ajang Unjuk Bakat dan Dialog Lintas Budaya
TVMU.TV - Sekitar 250 mahasiswa semester dua dari berbagai program studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyuarakan pesan perdamaian global melalui kegiatan Social Gathering of English Tutorial Program (ETP) 2026 yang digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Mata Kuliah dan Layanan Bahasa (LPMB) UMS tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menampilkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus mengekspresikan kreativitas melalui berbagai pertunjukan seni dan budaya.
Mengusung tema “Voices for Peace: Speaking Across Borders, Healing Beyond Conflicts”, acara ini tidak hanya menjadi penutup program pembinaan bahasa Inggris bagi mahasiswa, tetapi juga sarana untuk mengampanyekan pentingnya dialog, toleransi, dan perdamaian di tengah dinamika global.
Ketua LPMB UMS, Dr. Aryati Prasetyarini, M.Pd., mengatakan kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk mengaplikasikan kemampuan bahasa Inggris yang telah dipelajari selama mengikuti ETP.
“Mereka menunjukkan kemampuannya dalam pertunjukan tari, drama bahasa Inggris, pembacaan puisi, bernyanyi, berpidato, dan pembacaan cerita,” ujar Aryati.
Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu terus dikembangkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia global. Karena itu, ia mendorong peserta agar memanfaatkan berbagai kesempatan belajar yang tersedia selama menempuh pendidikan di UMS.
“Kepada para mahasiswa, saya mendorong Anda untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Social Gathering 2026, Nito Majid Mujtahid, M.Pd., menjelaskan bahwa tema yang diangkat tahun ini mencerminkan komitmen UMS dalam menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap isu-isu kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Menurutnya, bahasa memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi yang mampu mempertemukan berbagai perbedaan budaya, bangsa, dan latar belakang sosial.
“Melalui kekuatan dialog konstruktif dengan berbicara lintas batas diharapkan dapat membangun kepercayaan kita bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Senada dengan itu, Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa bahasa Inggris tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi internasional, tetapi juga dapat menjadi medium untuk menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan dan memperkuat hubungan antarbangsa.
“Kegiatan ETP hari ini mengajak mahasiswa untuk menyuarakan perdamaian dan menyerukan pentingnya keadaban dan kerukunan global,” tegas Harun.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak berhenti pada penguasaan teori semata, melainkan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Bukan hanya be-knowing, tapi mesti harus be-doing,” lanjutnya.
Beragam penampilan mahasiswa yang ditampilkan sepanjang acara mendapat apresiasi dari civitas akademika dan peserta yang hadir. Saat dimintai tanggapan mengenai kreativitas para mahasiswa dalam kegiatan tersebut, Harun memberikan penilaian singkat namun penuh makna.
“Excellent!” ujarnya.
Melalui Social Gathering ETP 2026, UMS berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, tetapi juga mampu menjadi generasi yang terbuka terhadap keberagaman, aktif membangun dialog, serta berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dan kemajuan masyarakat global.