Syafiq Mughni: Dakwah Kemanusiaan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Harus Menjangkau Semua Golongan
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menegaskan bahwa dakwah kemanusiaan yang dijalankan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tidak mengenal batas agama, bangsa, maupun kelompok sosial. Menurutnya, seluruh amal saleh yang dilakukan Persyarikatan harus memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia tanpa diskriminasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Syafiq dalam Tabligh Akbar Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang diselenggarakan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sidoarjo, Ahad (31/5).
Menurut Syafiq, prinsip tersebut merupakan bagian dari karakter Islam Berkemajuan yang selama ini menjadi landasan gerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
“Semuanya adalah manusia yang berhak mendapatkan manfaat dari al a’mal assalihat itu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tema Milad ke-109 ‘Aisyiyah, “Dakwah Kemanusiaan dan Mewujudkan Perdamaian”, sangat relevan dengan dua karakter penting dalam Risalah Perempuan Berkemajuan, yakni amal saleh dan sikap inklusif.
Karakter amal saleh, kata Syafiq, menuntut warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk terus menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat luas. Sementara sikap inklusif mengajarkan keterbukaan dalam berinteraksi dan bekerja sama dengan siapa pun demi kemaslahatan bersama.
“Kita berjuang dan membantu orang lain siapa saja. Kita bergaul dengan siapa saja. Ini menjadi ciri yang sangat penting karena memang agama Allah mendorong kita semua untuk bersikap inklusif,” ungkapnya.
Syafiq menambahkan, sikap inklusif tersebut memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam dan teladan Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Nabi menghadirkan kebaikan yang tidak hanya dirasakan umat Islam, melainkan seluruh manusia sebagai manifestasi nilai rahmatan lil ‘alamin.
Karena itu, ia mengajak ‘Aisyiyah untuk terus bersinergi dengan Muhammadiyah dalam memperluas program-program kemanusiaan yang membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Soroti Konflik Global dan Krisis Iklim
Dalam kesempatan itu, Syafiq juga menyoroti berbagai tantangan global yang saat ini dihadapi umat manusia. Ia menilai meningkatnya konflik internasional dan ketegangan geopolitik telah menjadi ancaman serius bagi perdamaian dunia.
“Tantangan pada tingkat global, pada tingkat internasional yang mau tidak mau berdampak kepada umat Islam, khususnya di Indonesia. Ada tantangan konflik, pertikaian,” katanya.
Menurut Syafiq, berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berdampak pada kondisi ekonomi dan stabilitas global. Situasi tersebut semakin menegaskan pentingnya upaya bersama untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan.
Selain konflik, ia menilai krisis iklim menjadi tantangan besar lain yang mengancam masa depan umat manusia. Fenomena cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi dinilai dapat memengaruhi kualitas hidup masyarakat di berbagai negara.
“Kalau keadaan ini terus berlangsung, maka dalam masa 50 tahun atau 100 tahun yang akan datang kita akan susah melaksanakan kegiatan yang normal,” ujarnya.
Syafiq menegaskan bahwa kerusakan lingkungan akibat ulah manusia tidak hanya berdampak pada kelompok tertentu, melainkan dirasakan oleh seluruh masyarakat dunia. Karena itu, diperlukan kerja sama lintas negara, organisasi, dan komunitas untuk menghadapi ancaman tersebut.
“Karena itulah maka kerja sama, bahu membahu antar kita semua menjadi sangat penting dan kita bersyukur bahwa ‘Aisyiyah telah melaksanakan program yang sangat penting dalam rangka mengendalikan krisis iklim,” katanya.
Melalui momentum Milad ke-109 ‘Aisyiyah, Syafiq berharap semangat dakwah kemanusiaan, inklusivitas, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat terus diperkuat. Ia menilai peran Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah semakin penting dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kemanusiaan, baik di tingkat nasional maupun global.