Tiga Dosen UMP Jadi Pemakalah dalamKonferensi Internasional di Malaysia
Tiga dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMP tampil sebagai pemakalah dalam ajang International Conference on Islamic Studies and Civilisation (ICISC) 2025 di UTM.
TVMU.TV - Tiga dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tampil sebagai pemakalah dalam ajang International Conference on Islamic Studies and Civilisation (ICISC) 2025 di Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Ketiga dosen tersebut yaitu Istianah, Havidz Cahya Pratama, dan Try Hardiyanti. Mereka mempresentasikan hasil riset dihadapan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara.
Kehadiran mereka menjadi bukti kiprah FAI UMP dalam mengembangkan ilmu keislaman dan peradaban kontemporer di tingkat global. Bahkan yang paling membanggakan, Try Hardiyanti berhasil meraih penghargaan Best Presenter.
Penghargaan itu diberikan atas penyampaian materi ilmiahnya yang dinilai komunikatif, kritis, dan relevan dengan tema besar konferensi, yakni “Ihsan-Driven Innovation: Ethical Solutions for a Sustainable Malaysia MADANI.”
“Pencapaian ini sangat membanggakan, bukan hanya bagi saya pribadi, tetapi juga bagi institusi UMP,” kata Try seperti dikutip dari pwmjateng.com, Selasa (24/6).
Sementara itu, Havidz Cahya Pratama mengatakan bahwa ICISC 2025 diikuti oleh para akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara. Konferensi tersebut berlangsung selama dua hari dan menghadirkan beragam diskusi mendalam seputar isu-isu aktual dalam kajian Islam dan pembangunan berkelanjutan.
“Topik yang dibahas meliputi kajian Al-Qur’an dan Hadis kontemporer, ekonomi Islam, tata kelola masyarakat madani, serta dakwah dan pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai ihsan,” jelasnya.
Dikatakan Havidz, para peserta mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam tiga bahasa, yaitu Melayu, Inggris, dan Arab. Konferensi ini bukan hanya forum akademik, tetapi juga menjadi ajang pertukaran gagasan dan kerja sama riset lintas negara.
Di sesi-sesi paralel, para pemakalah berdiskusi aktif, saling bertukar perspektif, dan menjajaki peluang kolaborasi. Forum ini memberikan ruang kolaboratif bagi peneliti untuk merancang solusi etis demi masa depan peradaban yang lebih berkelanjutan.
Pihak universitas turut mengapresiasi capaian tersebut. Berdasarkan keterangan perwakilan FAI UMP, keikutsertaan para dosen dalam konferensi internasional ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus.
“UMP senantiasa mendorong dosen-dosen muda untuk aktif dalam publikasi dan forum ilmiah global. Ini merupakan langkah nyata menuju visi kami sebagai universitas yang unggul, modern, dan Islami,” tegasnya.