UMJ Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026, Abdul Mu’ti Soroti Nilai Pendidikan dari Sepak Bola

UMJ Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026, Abdul Mu’ti Soroti Nilai Pendidikan dari Sepak Bola
UMJ menggelar nonton bareng (nobar) semifinal Piala Dunia FIFA 2026 di Lobi Gedung Rektorat UMJ, Rabu (15/7/2026). Foto: UMJ.

TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar nonton bareng (nobar) semifinal Piala Dunia FIFA 2026 sebagai ajang mempererat kebersamaan sivitas akademika sekaligus mengangkat nilai-nilai pendidikan melalui olahraga.

Kegiatan yang berlangsung di Lobi Gedung Rektorat UMJ, Rabu (15/7/2026), itu dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., serta Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti mengatakan penyelenggaraan nobar menjadi bagian dari upaya menghadirkan hiburan yang sehat bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan melalui olahraga. Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia menunjukkan bahwa sepak bola mampu menyatukan berbagai kalangan.

“Kegiatan nonton bareng Piala Dunia ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Antusiasme yang luar biasa menunjukkan bahwa sepak bola mampu menyatukan banyak orang dalam suasana penuh kegembiraan,” ujar Abdul Mu’ti.

Ketua Badan Pembina Harian UMJ itu menegaskan, sepak bola tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga mengandung banyak pelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pentingnya kerja sama tim, strategi, kesabaran, hingga mental pantang menyerah.

“Sehebat apa pun kemampuan individu, tanpa kerja sama tim yang solid akan sulit meraih kemenangan. Selain itu, strategi, kesabaran, dan semangat pantang menyerah menjadi pelajaran penting karena dalam sepak bola segala kemungkinan masih bisa terjadi hingga peluit akhir dibunyikan,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UMJ Ma’mun Murod menjelaskan bahwa kegiatan nobar digelar untuk menyemarakkan Piala Dunia FIFA 2026 sekaligus menjadi ruang edukasi, diskusi, dan memperkuat kebersamaan di lingkungan kampus.

Ia juga mengingatkan bahwa Muhammadiyah memiliki hubungan historis dengan perkembangan sepak bola nasional. Sejumlah tokoh Muhammadiyah tercatat berkontribusi dalam perjalanan awal sepak bola Indonesia, termasuk dalam pendirian Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) serta pembentukan Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan (PSHW).

“Sepak bola bukan sesuatu yang asing bagi Muhammadiyah. Ada sejarah panjang yang menunjukkan kontribusi tokoh-tokoh Muhammadiyah dalam perkembangan sepak bola nasional, sehingga kegiatan ini juga menjadi bagian dari merawat jejak sejarah tersebut,” ujarnya.

Ma’mun menambahkan, olahraga sepak bola juga menjadi salah satu bidang unggulan UMJ. Berbagai prestasi berhasil diraih mahasiswa, mulai dari tingkat DKI Jakarta hingga nasional, termasuk menjuarai Liga Mahasiswa DKI Jakarta. Bahkan, sejumlah mahasiswa UMJ saat ini dipercaya memperkuat klub-klub Liga 4 Indonesia.

“Prestasi yang diraih mahasiswa menunjukkan bahwa UMJ tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga. Kami berharap semangat kompetisi, sportivitas, dan kerja sama yang terlihat di lapangan dapat menginspirasi sivitas akademika dalam kehidupan kampus,” katanya.

Suasana nobar berlangsung meriah sejak kick-off hingga pertandingan usai. Para peserta menyambut antusias kemenangan Spanyol atas Prancis yang mengantarkan La Roja melaju ke partai final Piala Dunia FIFA 2026.

Catatan redaksi: Dalam naskah asli terdapat keterangan skor 2-0. Sebaiknya skor dan hasil pertandingan diverifikasi kembali dengan data resmi FIFA atau panitia penyelenggara sebelum dipublikasikan, mengingat informasi hasil pertandingan merupakan data faktual yang harus dipastikan keakuratannya.