UMLA Perkuat Kepemimpinan dan Ideologi Lewat Baitul Arqom 2026
TVMU.TV - Ratusan pejabat struktural di lingkungan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) mengikuti Baitul Arqom dan Leadership Training pada 24–25 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus UMLA itu mengusung tema Leadership Capacity Building for Performance Improvement sebagai upaya penguatan kapasitas dan karakter kepemimpinan.
Program ini menjadi bagian dari penguatan ideologi Muhammadiyah sekaligus peningkatan kinerja organisasi. Selama dua hari, peserta mendapatkan materi tentang penguatan akidah, kepemimpinan strategis, pola pikir solutif, hingga pembangunan tim yang solid dan berkemajuan.
Rektor UMLA, Abdul Aziz Alimul Hidayat, menegaskan bahwa Baitul Arqom memiliki peran penting dalam memperkuat akidah dan ideologi di lingkungan Muhammadiyah.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi teladan dalam proses kaderisasi serta melahirkan calon pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan, tetapi juga karakter kepemimpinan yang kuat, berintegritas, dan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Muhammad Sholihin Fanani, menekankan bahwa pola pikir menjadi kunci utama dalam menentukan arah kehidupan dan keberhasilan seseorang. Menurutnya, individu yang sukses adalah mereka yang fokus mencari solusi dan langkah maju, bukan mencari alasan atau menyalahkan keadaan.
Solihin juga mengingatkan bahwa setiap persoalan harus dipandang sebagai peluang untuk belajar dan bertumbuh.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jawa Timur, M. Khoirul Abduh, menyampaikan bahwa kepemimpinan yang tegas dan inspiratif, penggunaan alat kolaborasi yang efektif, evaluasi berkala, serta pemberian apresiasi dan motivasi merupakan elemen penting dalam membangun tim yang solid.
Dia menambahkan bahwa tim yang kuat lahir melalui proses sistematis dan terencana, didukung teori kepemimpinan serta budaya organisasi yang kokoh, sehingga mampu melahirkan institusi yang unggul dan berkemajuan.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Shodikin, menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut ikhlas dalam memimpin, tetapi juga siap dipimpin dengan lapang dada demi tujuan bersama.
Ia menyebut keikhlasan sebagai kunci untuk terus berproses menjadi lebih baik, serta menekankan pentingnya ketegasan dalam mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan matang demi kepentingan organisasi dan masyarakat yang dipimpin.
Melalui Baitul Arqom dan Leadership Training ini, UMLA menegaskan komitmennya untuk mencetak pemimpin berkarakter dan berintegritas guna memperkuat daya saing institusi di tengah dinamika pendidikan tinggi.