UMP-PCM Kaliwiro Launching Agro Edu Wisata Kelapa Kopyor Berkemajuan Di Desa Selomanik
TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kaliwiro dan Pemerintah Desa Selomanik, Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo meresmikan Agro Edu Wisata Kelapa Kopyor Berkemajuan, Kamis (13/11).
Program ini menjadi langkah strategis untuk mengembangkan potensi desa melalui wisata edukatif berbasis pertanian, dengan melibatkan unsur pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga warga desa.
Acara peresmian dihadiri Wakil Rektor IV UMP, Akhmad Darmawan; Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Wonosobo, Dwiyama Satyani Budyayu; serta peneliti kelapa kopyor nasionalSisunandar.
Kehadiran berbagai pihak ini menandai komitmen bersama untuk mengembangkan potensi Selomanik sebagai desa agro wisata unggulan.
Mewakili Bupati Wonosobo, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Wonosobo, IDwiyama Satyani Budyayu, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi untuk mengembangkan potensi desa.
“Muhammadiyah mengajak masyarakat membentuk desa yang memadukan tiga unsur itu. Selomanik dipilih karena punya potensi besar yang bisa dikembangkan menjadi model di desa-desa lain,” ujarnya.
Ia menilai kelapa kopyor sebagai produk unggulan yang bisa menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.
“Saya berharap kelapa kopyor ini menjadi destinasi sekaligus atraksi bagi masyarakat Selomanik. Orang tidak hanya datang untuk berwisata, tapi juga belajar prosesnya,” tambahnya.
Dwiyama menyebut wisata agro dapat memperlihatkan proses pengolahan hasil bumi, kegiatan panen, hingga budaya lokal masyarakat yang telah mengakar.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMP, Akhmad Darmawan menyampaikan apresiasi atas upaya kolektif yang melibatkan banyak pihak.
“Untuk membangun desa berkemajuan dibutuhkan kerja sama semua pihak. Selomanik memiliki kondisi alam yang sangat indah dan potensial,” tuturnya.
Ia juga memuji peran penting Sisunandar dalam pengembangan kelapa kopyor di Indonesia.
“Beliau belajar bertahun-tahun di Australia dan ahli dalam kultur jaringan kelapa. Banyak negara ingin mengontrak beliau. Ini kesempatan berharga bagi Desa Selomanik,” jelasnya.
UMP, lanjutnya, telah menyiapkan program lanjutan seperti pengembangan kambing perah sebagai atraksi wisata tambahan. Pengelolaan Agro Edu Wisata yang baru diluncurkan akan berada di bawah BUMDes Selomanik.
“Semua elemen masyarakat harus kompak, dari BUMDes, NU, dan Muhammadiyah. Selomanik hanya bisa maju kalau semua elemen berjalan bersama,” tegasnya.
Peneliti kelapa kopyor, Sisunandar menekankan tingginya nilai ekonomi kelapa kopyor.
“Kalau sekurang-kurangnya wisata tidak menguntungkan, masyarakat tetap bisa menjual kelapa kopyor. Nilai ekonominya luar biasa, pasarnya luas, dan peluangnya besar,” katanya.
Ia juga mengingatkan perlunya konsistensi program meski terjadi pergantian kepemimpinan desa.
“Jangan sampai pergantian kepala desa menghentikan program. Bibit kelapa kopyor ini saya buat dua tahun. Kita perlu komitmen bersama agar program terus berlanjut,” ujarnya.