UMS Gelar Rakerpim 2025 di Magelang, Siapkan Transformasi Progresif Menuju 2029
TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) 2025 di Magelang pada 29-30 Agustus 2025.
Kegiatan yang mengusung tema "Transformasi Progresif Berkelanjutan untuk Memberi Arah Perubahan" ini bertujuan merumuskan kebijakan strategis universitas untuk periode 2025-2029.
Rakerpim dihadiri oleh 209 peserta yang terdiri dari jajaran pimpinan tertinggi UMS, termasuk Rektor, Wakil Rektor, Badan Pembina Harian, Dekan, Direktur, serta Kepala Badan dan program studi.
Acara ini menjadi momentum penting untuk mempertegas komitmen UMS dalam mewujudkan visinya sebagai pusat pendidikan dan pengembangan IPTEKS yang Islami dan berkemajuan.
Dalam sambutannya, Rektor UMS, Harun Joko Prayitno menekankan pentingnya Rakerpim sebagai fondasi perencanaan strategis universitas.
Ia berharap dapat menghasilkan sejumlah rumusan strategis yang akan menjadi panduan bagi seluruh civitas akademika UMS dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya selama lima tahun ke depan.
“Rakerpim adalah kesempatan untuk mewujudkan visi dan misi UMS yang lebih baik dan lebih progresif. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memastikan seluruh komponen kampus bergerak serentak dalam satu arah yang sama, demi kemajuan pendidikan tinggi yang berkarakter islami dan inovatif,” jelasnya.
Rakerpim kali ini membahas enam komisi utama yang akan menjadi pilar dalam merancang kebijakan strategis UMS ke depan. Setiap komisi bertanggung jawab untuk mengidentifikasi sasaran strategis serta menentukan indikator capaian yang harus dicapai oleh UMS pada masa depan.
Komisi 1 berfokus pada Pendidikan dan Kemahasiswaan, yang membahas cara-cara untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pengelolaan program kemahasiswaan. Komisi ini juga menggali peluang untuk memperkuat hubungan antara dunia industri dan dunia pendidikan untuk meningkatkan daya saing mahasiswa di pasar kerja.
Komisi 2, yang membahas Keuangan dan Aset, menyentuh topik pengelolaan keuangan yang efisien dan optimalisasi aset yang dimiliki oleh UMS, guna mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan institusi.
Komisi 3 berfokus pada Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Pengkaderan, dan Alumni, yang mencakup penguatan nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah dalam proses pendidikan, serta pengembangan alumni yang berkontribusi aktif dalam masyarakat.
Komisi 4 yang membahas SDM, Organisasi, dan Sistem Teknologi Informasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan sistem organisasi yang efisien, serta memastikan teknologi informasi menjadi bagian integral dalam mendukung operasional UMS.
Komisi 5 mencakup Reputasi, Riset, Pengabdian, Publikasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional. Komisi ini memiliki tujuan besar untuk meningkatkan kualitas riset dan publikasi, serta memperluas jaringan internasional UMS dalam rangka memperkuat posisi universitas di dunia global.
Komisi 6 yang berfokus pada Inisiatif Strategis, Perencanaan, dan Penjaminan Mutu memiliki tujuan untuk memastikan bahwa setiap inisiatif dan rencana yang diterapkan berjalan secara terstruktur dan memiliki dampak nyata bagi kemajuan UMS. Komisi ini juga bertanggung jawab dalam memastikan tercapainya standar mutu yang tinggi dalam semua aspek operasional universitas.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan UMS, Munajat Tri Nugroho yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Task Force, menjelaskan bahwa pelaksanaan Rakerpim 2025 merupakan tindak lanjut dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya.
“Pelaksanaan Rakerpim ini telah dimulai dengan workshop penyiapan materi, pra-rakerpim, dan sekarang dengan pembahasan yang lebih mendalam melalui enam komisi utama dan 14 sub-komisi. Kami berharap ini akan menjadi fondasi yang kuat bagi UMS menuju era baru pendidikan yang lebih maju,” ujarnya.
Salah satu poin penting yang disampaikan dalam Rakerpim adalah strategi pembangunan dan perencanaan UMS ke depan, khususnya dalam mengembangkan pendidikan yang berfokus pada integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dengan nilai-nilai Islam.
Rencana strategis tersebut mencakup pengembangan program akademik yang berorientasi pada keunggulan global, serta peningkatan kualitas pengajaran yang dapat memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat.
Rektor UMS, Harun Joko Prayitno mengungkapkan bahwa untuk mencapainya, dibutuhkan kerja keras dan kolaborasi yang erat antara seluruh komponen universitas.
“Tidak hanya dosen dan mahasiswa yang harus berperan, tetapi seluruh civitas akademika harus bekerja sama untuk mencapai visi UMS sebagai universitas kelas dunia yang Islami,” katanya.
Visi besar UMS adalah untuk menjadi pusat pendidikan dan pengembangan IPTEKS yang Islami dan berkemajuan, serta menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai Islam dan kemajuan bangsa.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen kolektif, UMS berharap dapat membangun sistem pendidikan yang lebih adaptif dan berkelanjutan, seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Melalui program-program yang telah disusun dalam Rakerpim ini, UMS bertujuan untuk tidak hanya berkontribusi dalam dunia pendidikan, tetapi juga dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah yang dapat berdampak positif bagi masyarakat luas.
Rakerpim UMS 2025 yang berlangsung selama dua hari ini berhasil merumuskan berbagai langkah strategis yang akan mengarahkan universitas menuju perwujudan visi besar tersebut. Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, UMS siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi aktif dalam pengembangan pendidikan di Indonesia dan dunia.
“Semoga hasil dari Rakerpim 2025 ini dapat menjadi pijakan kuat untuk mencapai tujuan besar kita, mewujudkan pendidikan yang unggul dan berdampak nyata bagi masyarakat, serta mewujudkan UMS sebagai universitas kelas dunia yang Islami dan berkemajuan,” tutup Harun Joko Prayitno.