UMT Resmikan Galeri Investasi Syariah, Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa dan Masyarakat
TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) resmi mengukuhkan legalitas Galeri Investasi Komunitas Studi Pasar Modal (GI KSPM) melalui Surat Keputusan Rektor Tahun 2026. Langkah ini menandai penguatan peran kampus dalam mengembangkan literasi keuangan, khususnya investasi syariah, bagi mahasiswa dan masyarakat.
Pengukuhan tersebut dirangkaikan dengan Seminar Pasar Modal Indonesia bertajuk “Inklusi Keuangan, Investasi Cerdas di Era Digital” yang digelar di kampus UMT, Tangerang, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan regulator, pelaku industri keuangan, serta praktisi pasar modal untuk memperluas pemahaman generasi muda terhadap investasi yang aman, legal, dan sesuai prinsip syariah.
Wakil Rektor III UMT, Dr. Asrori Mukhtarom, S.H., M.A., yang mewakili Rektor UMT, mengatakan penguatan literasi keuangan merupakan bagian dari implementasi Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
“Kami ingin membentuk karakter mahasiswa yang Islami dan moderat, sekaligus melek teknologi keuangan guna membentengi masyarakat dari bahaya judi online dan pinjol ilegal,” tegasnya.
Menurut Asrori, kehadiran GI KSPM tidak hanya menjadi sarana pembelajaran pasar modal di lingkungan kampus, tetapi juga diharapkan menjadi ruang edukasi publik mengenai investasi syariah yang sehat di era digital.
Dalam seminar tersebut, sejumlah narasumber dari regulator nasional turut memaparkan materi terkait sistem keuangan dan pasar modal. Pelaksana Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia, Teddy, menjelaskan program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Sementara itu, Miftahul dari Bank Indonesia memaparkan kebijakan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Materi pengawasan sistem pembayaran juga disampaikan oleh Orchides Anatama, analis fungsi implementasi pengawasan sistem pembayaran Bank Indonesia.
Dari sisi regulasi dan industri, hadir Asisten Direktur Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten Rija Fathul Bahri dan Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Banten Mia Lestariana.
Sementara itu, praktik investasi syariah dipaparkan oleh perwakilan Henan Putihrai (HP) Sekuritas bersama Manager Sales Product Bank BJB Astri Nursari Hamiprojo. Dalam pemaparannya, HP Sekuritas menegaskan bahwa akses pasar modal syariah kini semakin terbuka, termasuk melalui investasi pada saham-saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES).
Model investasi tersebut dinilai relevan dengan nilai-nilai ekonomi umat, karena mengedepankan prinsip transparansi, kepatuhan syariah, dan pengelolaan risiko yang terukur.
Pembina GI KSPM UMT, Syaefullah Adam, mengatakan penguatan literasi keuangan di kampus didukung jejaring organisasi Muhammadiyah hingga tingkat akar rumput. Selain menjadi pembina GI KSPM UMT, ia juga menjabat Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Warunggunung dan Ketua Lazismu Kabupaten Lebak.
“Kang Adam sebagai Ketua Lazismu Kabupaten Lebak, saya memastikan literasi ini menyentuh masyarakat hingga tingkat ranting, bahwa kolaborasi BI, OJK, BEI, dan HP Sekuritas serta UMT akan menjadi jembatan untuk mengimplementasikan 6 Pilar Program Lazismu,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi, regulator, dan pelaku industri diharapkan dapat meningkatkan indeks literasi keuangan nasional sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis nilai-nilai Islam yang moderat.
Pengukuhan GI KSPM UMT juga mendapat sambutan positif dari pengurus mahasiswa. Ketua Pelaksana Harian GI KSPM UMT, Usman, mengatakan legalitas tersebut menjadi hasil konsistensi pengembangan komunitas pasar modal di kampus selama empat tahun terakhir.
“Legalitas ini adalah buah dari konsistensi kami selama empat tahun terakhir. Kami siap membawa GI KSPM UMT bukan sekadar tempat belajar, tapi menjadi pusat inkubasi investor muda yang cerdas dan berintegritas,” ujar Usman.
Wakil Ketua Pelaksana Harian, Anargya Wisista Aghshal Lutfi, menambahkan kolaborasi dengan regulator akan memperluas akses mahasiswa terhadap informasi keuangan yang valid dan terpercaya.
“Bersama BI, OJK, dan BEI, kami akan memastikan setiap mahasiswa UMT memiliki akses terhadap informasi keuangan yang valid, agar terhindar dari godaan investasi bodong,” katanya.
Sementara itu, Syifa Juliani Dwi Putri selaku sekretaris dan Jenita Dilla Liza sebagai bendahara menegaskan kesiapan organisasi dalam mendukung tata kelola program literasi yang profesional, transparan, dan akuntabel, baik di lingkungan kampus maupun di sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK/MA di Provinsi Banten.
Melalui GI KSPM, UMT menargetkan terbentuknya ekosistem literasi keuangan syariah yang berkelanjutan. Selain memperkuat kapasitas mahasiswa, program ini juga diharapkan dapat menjadi medium dakwah ekonomi yang mendorong masyarakat semakin cerdas, kritis, dan aman dalam berinvestasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial.