5.499 Jemaah Haji Indonesia Mulai Tiba di Madinah, Pemerintah Minta Jaga Kesehatan Jelang Kepulangan
TVMU.TV - Sebanyak 5.499 jemaah haji Indonesia gelombang kedua dijadwalkan tiba di Madinah pada Minggu (7/6/2026). Kedatangan mereka menandai dimulainya fase pemulangan jemaah haji Indonesia setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Menghadapi fase akhir penyelenggaraan ibadah haji tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj RI), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan aktivitas yang berlebihan selama berada di Madinah.
Pesan itu disampaikan saat meninjau kesiapan layanan bagi jemaah Indonesia di Grand Plaza Al Madina. Menurutnya, stamina jemaah perlu menjadi perhatian setelah menjalani serangkaian ibadah yang menguras tenaga selama di Makkah dan Armuzna.
“Di Madinah ini tempat bergembira, lebih santai, lebih rileks. Kita berharap jemaah jangan menguras tenaga lagi karena tenaga mereka sudah banyak digunakan selama menjalani rangkaian ibadah haji di Makkah dan Armuzna,” ujar Dahnil.
Ia menjelaskan, fase kedatangan jemaah gelombang kedua di Madinah merupakan periode yang memerlukan perhatian khusus terhadap kesehatan. Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya, kondisi fisik jemaah umumnya mulai mengalami penurunan menjelang kepulangan ke Indonesia.
Karena itu, pemerintah mengimbau seluruh jemaah untuk menjalankan ibadah sesuai kemampuan masing-masing dan mengutamakan keselamatan selama berada di Tanah Suci.
“Pesan kami yang paling penting adalah kesehatan dan keselamatan. Jangan memaksakan diri. Nikmati ibadah sebagaimana mestinya dan sewajarnya,” katanya.
Selain aspek kesehatan, pemerintah juga memastikan kesiapan layanan akomodasi bagi jemaah Indonesia di Madinah. Seluruh hotel yang disiapkan berada di kawasan yang relatif dekat dengan Masjid Nabawi, sehingga memudahkan akses jemaah untuk beribadah tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Menurut Dahnil, sebagian hotel bahkan berjarak sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi, sementara lainnya berada di kawasan Markaziyah yang masih dapat dijangkau dengan mudah oleh jemaah.
“Semua jemaah di Madinah mendapatkan hotel yang dekat. Ada yang hanya sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi, sementara yang lain berada di kawasan Markaziyah yang juga dekat dan mudah dijangkau,” ujarnya.
Selama berada di Madinah, jemaah juga akan mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan ziarah ke Raudhah sesuai jadwal yang telah diatur oleh petugas haji. Pemerintah berharap momen tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik tanpa mengabaikan kondisi kesehatan.
Dahnil menilai Madinah menjadi fase yang lebih tenang bagi jemaah setelah menjalani rangkaian ibadah haji yang padat di Makkah. Karena itu, ia mengajak jemaah memperbanyak ibadah, beristirahat yang cukup, serta menjaga kebugaran hingga kembali ke Tanah Air.
“Kami berharap jemaah bisa menikmati suasana Madinah, memperbanyak ibadah dengan tenang, serta memanfaatkan kesempatan berziarah ke Raudhah dengan baik. Yang terpenting, kesehatan tetap terjaga hingga kembali ke Tanah Air,” pungkasnya.
Fase pemulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026 berlangsung secara bertahap melalui Madinah sebelum para jemaah diterbangkan kembali ke berbagai embarkasi di Indonesia. Pemerintah terus mengoptimalkan layanan kesehatan, transportasi, akomodasi, dan pendampingan guna memastikan proses kepulangan berjalan aman, nyaman, dan lancar.