Kemenhaj Perkuat Istithaah Kesehatan, Jemaah Haji Akan Dipantau Sejak Setahun Sebelum Berangkat

Kemenhaj Perkuat Istithaah Kesehatan, Jemaah Haji Akan Dipantau Sejak Setahun Sebelum Berangkat
Ilustrasi/ Foto: Kemenhaj.

TVMU.TV - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat transformasi layanan kesehatan haji melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjalin sinergi dengan Pusat Kesehatan TNI untuk meningkatkan pembinaan kesehatan jemaah, implementasi istithaah kesehatan, serta pemenuhan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang kompeten.

Hal itu dibahas dalam audiensi antara Kemenhaj dan Pusat Kesehatan TNI di Jakarta, Selasa (7/7/2026), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dari sisi layanan kesehatan.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj, Dani Pramudya, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, pembinaan kesehatan jemaah harus dimulai jauh sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

“Pelayanan kesehatan haji dimulai sejak pembinaan di dalam negeri. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi agar setiap jemaah benar-benar siap secara medis untuk menjalankan ibadah haji,” ujar Dani.

Menurutnya, penguatan implementasi istithaah kesehatan menjadi salah satu fokus utama. Kemenhaj tengah menyiapkan sistem pembinaan yang memungkinkan kondisi kesehatan calon jemaah dipantau secara berkala sejak satu tahun sebelum keberangkatan.

“Dengan pemantauan yang berkesinambungan, berbagai faktor risiko kesehatan dapat dideteksi dan dikendalikan lebih dini sehingga jemaah memiliki kesiapan fisik yang lebih baik saat berada di Tanah Suci,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas penanganan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi, seperti penderita penyakit jantung, hipertensi berat, dan gagal ginjal. Pusat Kesehatan TNI memberikan sejumlah masukan, di antaranya penguatan layanan promotif dan preventif, pengembangan layanan bagi penyandang gagal ginjal, pengaturan keberangkatan jemaah berisiko tinggi, hingga optimalisasi pemeriksaan kesehatan terakhir di embarkasi.

Selain itu, pembahasan juga mencakup penguatan manasik kesehatan agar calon jemaah memahami pentingnya menjaga kebugaran, mengendalikan penyakit penyerta, serta mempersiapkan diri menghadapi kondisi cuaca dan aktivitas fisik selama menjalankan ibadah haji.

Pusat Kesehatan TNI turut mengusulkan peningkatan kerja sama dengan dinas kesehatan di daerah serta optimalisasi layanan rumah sakit melalui jejaring kemitraan untuk memperkuat sistem pembinaan kesehatan calon jemaah.

“Kami menyambut baik berbagai masukan dari Pusat Kesehatan TNI. Sinergi ini menjadi langkah strategis untuk membangun sistem kesehatan haji yang lebih terintegrasi, mulai dari pembinaan, pemeriksaan kesehatan, hingga pelayanan selama penyelenggaraan ibadah haji,” kata Dani.

Sebagai tindak lanjut, Kemenhaj dan Pusat Kesehatan TNI sepakat memperkuat koordinasi melalui penyusunan langkah-langkah teknis dan penyelarasan mekanisme kerja sama.

Upaya tersebut diharapkan mampu mewujudkan sistem pelayanan kesehatan haji yang lebih efektif, komprehensif, dan berkelanjutan sehingga calon jemaah dapat menjalankan ibadah dengan kondisi kesehatan yang optimal.