PLN Tambah Daya Data Center MoraRepublic, Perkuat Infrastruktur Digital Jakarta
TVMU.TV - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memperkuat dukungan terhadap pertumbuhan industri digital dengan menambah kapasitas daya listrik untuk fasilitas data center MoraRepublic. Penambahan daya ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal guna mendukung operasional pusat data yang beroperasi selama 24 jam.
Peningkatan kapasitas listrik dilakukan oleh PLN UP3 Jatinegara pada akhir Juni 2026 dengan menaikkan daya MoraRepublic dari 1.385.000 volt ampere (VA) menjadi 1.730.000 VA. Langkah tersebut sekaligus menandai MoraRepublic sebagai pelanggan data center pertama di wilayah kerja PLN UP3 Jatinegara.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan keandalan pasokan listrik menjadi faktor utama dalam mendukung transformasi digital dan investasi sektor pusat data di Indonesia.
“Data center merupakan infrastruktur vital dalam era digital. Karena itu, PLN berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal, berkualitas, dan berkelanjutan agar aktivitas digital masyarakat, dunia usaha, hingga layanan publik dapat berjalan tanpa hambatan. Keberhasilan energize MoraRepublic menjadi bukti kesiapan PLN dalam mendukung investasi sekaligus pertumbuhan industri digital di Jakarta,” ujar Andy Adcha.
Menurutnya, PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia tenaga listrik, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem ekonomi digital nasional. Keandalan pasokan listrik dinilai menjadi salah satu pertimbangan utama investor dalam mengembangkan fasilitas data center di Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik, terutama bagi pelanggan data center. Hingga akhir Juni 2026, PLN UID Jakarta Raya telah melayani 50 pelanggan data center dengan total daya tersambung mencapai 483.545.000 VA,” kata Andy Adcha.
PLN juga mencatat tren pertumbuhan investasi yang positif di sektor pusat data. Hingga akhir Juni 2026, terdapat empat calon pelanggan data center baru yang telah menyampaikan komitmen untuk melakukan penyambungan listrik di Jakarta dengan total kebutuhan daya mencapai 633.800.000 VA.
Andy menilai tingginya permintaan tersebut menunjukkan Jakarta masih menjadi tujuan utama investasi industri digital nasional.
“Bagi kami, setiap penyambungan baru bukan sekadar penambahan pelanggan. Di baliknya terdapat investasi yang tumbuh, lapangan kerja yang tercipta, serta berkembangnya ekosistem digital yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian Jakarta,” tambahnya.
Sementara itu, VP Data Center Management MoraRepublic, Sugiharto, mengapresiasi dukungan PLN yang dinilai berhasil menyelesaikan proses peningkatan daya tanpa mengganggu operasional pusat data.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UP3 Jatinegara beserta seluruh tim yang telah mendukung keberhasilan proses energize penambahan daya listrik di fasilitas MoraRepublic. Seluruh proses berjalan dengan sangat baik melalui koordinasi yang solid, perencanaan yang matang, dan pelaksanaan yang profesional sehingga peningkatan daya dapat dilakukan tanpa mengganggu operasional kami. Penambahan kapasitas ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat keandalan infrastruktur kelistrikan guna mendukung pertumbuhan layanan digital dan pengembangan bisnis perusahaan ke depan. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dengan PLN dapat terus berlanjut dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan,” ujar Sugiharto.
Industri data center menjadi salah satu sektor yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital, komputasi awan (cloud computing), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), transaksi digital, hingga penyimpanan data. Dalam operasionalnya, pusat data membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan agar layanan tetap berjalan tanpa gangguan selama 24 jam. Melalui penguatan infrastruktur kelistrikan tersebut, PLN berharap dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi digital sekaligus meningkatkan daya saing Jakarta sebagai pusat investasi teknologi di Indonesia.